AMBON, Siwalima.id - Molucca Coffee Party Beach (MCPB) menggandeng Pemerintah Kota Ambon menggelar pelatihan sekaligus uji kompetensi barista dan roaster.
Kegiatan yang dipusatkan di SMP Negeri 2 Ambon, Kamis (21/5) itu dibuka oleh Walikota Ambon, Bodewin Wattimena.
Dalam sambutan, Wattimena menegaskan kopi saat ini bukan sekadar minuman, melainkan telah menjadi bagian dari identitas, budaya, sekaligus peluang ekonomi yang sangat menjanjikan bagi masyarakat Maluku.
“Kalau kita lihat sekarang, di mana-mana mulai muncul cafe untuk menikmati kopi. Selain menjadi budaya dan cerita hidup masyarakat, kopi juga menyediakan peluang ekonomi yang sangat menjanjikan,” terang Wattimena.
Dirinya melihat potensi besar yang dimiliki Maluku dalam pengembangan kopi lokal yang menjadi ciri khas sejumlah daerah.
Meski pengembangannya berjalan bertahap, semangat untuk memajukan industri ini harus terus dipupuk agar kedepannya kopi Maluku mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan generasi muda.
“Pengembangan kopi lokal kita mungkin berjalan perlahan, tetapi semangat untuk maju harus terus ada. Pada waktunya nanti, kopi Maluku bisa memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat dan generasi muda,” tegasnya.
Pemerintah kota lanjutnya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai mampu membuka peluang bagi anak muda untuk mendapatkan pengakuan profesional serta meningkatkan kualitas usaha mereka.
Lebih jauh, pemkot terus mendorong penguatan pelaku UMKM serta ekonomi kreatif, sebagai tulang punggung pembangunan daerah.
“Kota Ambon tidak memiliki sumber daya alam sebesar daerah lain. Karena itu kita mengandalkan sektor jasa, perdagangan, pariwisata, dan UMKM sebagai kekuatan utama,” urainya.
Untuk itu ia berharap para peserta memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya dan percaya diri bahwa kualitas sumber daya manusia di Ambon tidak kalah dibandingkan daerah lain.
“Saya percaya anak-anak muda Maluku tidak kalah dengan daerah lain. Tekuni pelatihan ini dengan baik karena ini bisa menjadi peluang hidup dan peluang berkembang ke depan,” pesannya.
Pemerintah pun siap mendukung kegiatan serupa agar dapat digelar secara rutin setiap tahun demi kemajuan industri kopi daerah.
Sementara itu, Direktur Molucca Coffee Party Beach, Viani Juniaty Huwae, menjelaskan pelatihan digelar karena sebagian besar tenaga kerja belum memiliki sertifikasi kompetensi resmi.
“Dari hasil survei, ada 73 coffee shop di Kota Ambon, tetapi rata-rata barista dan roaster belum tersertifikasi. Karena itu tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan, kompetensi, dan kredibilitas yang diakui negara,” jelas Viani.
Sertifikasi ini dinilai penting agar standar kualitas para pelaku industri kopi di Ambon dapat disejajarkan dengan tenaga profesional di kota-kota besar seperti Jakarta.
Pelatihan yang diikuti 30 peserta ini berlangsung dari pagi hingga pukul 18.00 WIT, dilanjutkan dengan uji sertifikasi hingga malam hari tergantung proses penilaian asesor.
“Kami berharap semua peserta bisa lulus dan mendapatkan sertifikat sebagai barista dan roaster yang profesional dan kompeten,” ujarnya.
Viani menambahkan, puncak dari rangkaian acara MCP ini akan digelar pada 23 Mei mendatang di Pattimura Park Ambon dalam bentuk festival kopi Maluku.
Acara tersebut akan menghadirkan kompetisi kopi, talkshow, serta partisipasi berbagai kedai kopi di Ambon, dengan dukungan penuh dari Kementerian UMKM.(S-30)