AMBON, Siwalimanews – Manajemen Bank Maluku-Malut menargetkan, awal bulan November mendatang layanan BI-Fast akan kembali diaktifkan.
Kepastian ini disampaikan Direktur Utama Bank Maluku-Malut, Syahrisal Imbar, merespon keluhan nasabah terkait layanan BI-Fast yang tidak aktif selama lima bulan belakangan.
Syahrisal mengaku, bersyukur Bank Maluku-Malut beberapa waktu lalu tidak mendapatkan dampak dari pembobolan, sebab jika itu terjadi bank akan mengalami kerugian ratusan miliar.
“Memang kami manyadari kalau ini bagian dari keresahaan nasabah, tapi yang kami lakukan ini untuk memastikan keberlangsungan dan keamanan bank dan nasabah,” ujar Syahrisal kepada Siwalimanews melalui telepon selulernya, Selasa (14/10).
Syahrisal mengungkapkan, saat ini beberapa tahapan telah dilakukan internal Bank Maluku-Malut guna memastikan dibuka kembali layanan BI-Fast, termasuk telah berproses untuk memastikan ketahanan dan keamanan sistem agar aman baik bagi bank dan nasabah.
Disamping itu, Bank Maluku-Malut terus melakukan monitoring dan pemantauan terhadap beberapa bank yang pernah dibobol pada saat Idul Fitri lalu dan juga terhadap bank-bank yang BI-Fast-nya baru dibuka bulan kemarin.
Hal ini bertujuan, untuk memastikan jalur koneksi transaksi aman, normal dan tidak ada indikasi hacker, sehingga menjadi dasar bagi Bank Maluku-Malut untuk membuka kembali layanan BI-Fast.
“Minggu ini kami akan minta BI untuk lakukan penetration test terhadap sistim kami yang sudah dilakukan penguatan disisi ketahanan cyber. Estimasinya diawal November kami buka kembali layanan BI-Fast,” janji Syahrisal.
Syahrisal mengaku, dua pekan kedepan, manajemen akan lakukan monitoring dan evaluasi secara intensif terhadap bank-bank yang baru membuka kembali layanan BI-Fast.(S-20)