SIWALIMA.id > Berita
NPC dan Kejati Maluku Seleksi Atlet Disabilitas 2025
Online | Selasa, 30 September 2025 pukul 01:09 WIT

AMBON, Siwalimanews – National Paralympic Committee (NPC) Maluku, bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi menggelar program pencarian bibit atlet disabilitas Indonesia 2025.

Kegiatan yang mengusung tema  itu berlangsung 29-30 September Sport Hall Karang Panjang, Kota Ambon, dan diikuti 78 peserta dari berbagai kategori disabilitas.

Ketua NPC Maluku Adyos Astan pada kesempatan itu mengatakan, seleksi ini merupakan hasil kolaborasi dengan NPC Indonesia dan Kejaksaan Agung.

Program ini, akan dilaksanakan secara maraton di seluruh provinsi untuk mencari bibit atlet muda yang berpotensi berprestasi internasional.

“Dengan adanya mendobrak batas, kemampuan fisik anak-anak ini akan diuji dan diarahkan sesuai potensi. Jika dianggap berpeluang, mereka akan ditempa di pusat pelatihan Solo, Jawa Tengah, yang menjadi fasilitas nasional NPC,” ungkap Adyos.

Menurut Adyos, keberhasilan pembinaan atlet disabilitas sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah.

“Tanpa anggaran, program tidak akan berjalan. Kami berharap pemerintah daerah bisa berkolaborasi lebih erat,” tandasnya.

Ketua NPC Indonesia yang diwakili Wakil Ketua I Bidang Organisasi Rio Sureno menambahkan, pentingnya pembinaan jangka panjang dalam mencetak atlet disabilitas berprestasi dunia dan  syarat utama melahirkan juara dunia adalah porsi latihan minimal 12.000 jam.

“Atlet juara Olimpiade biasanya mencapai puncak prestasi di usia 26–29 tahun. Jika ditarik mundur, mereka sudah berlatih intensif sejak usia 10–13 tahun. Karena itu, pembinaan usia dini adalah kuncinya,” ujar Rio.

Ia mengaku, keberhasilan pembinaan bukan hanya soal jam latihan, tetapi juga dukungan keluarga.

“Banyak atlet muda berhenti setelah lulus SMA karena masa depan dianggap tidak jelas. Maka, sinergi organisasi olahraga, pemerintah dan orangtua sangat menentukan keberlangsungan karier atlet disabilitas,” tandas Rio.

Ia mengaku, latihan menuntut konsistensi tinggi sebab seorang atlet bisa berlatih pagi tiga jam, sore tiga jam. Keringat dan pengorbanannya sama, tetapi hanya yang benar-benar serius yang bisa jadi nomor satu.

Ditempat yang sama Kajati Maluku yang diwakili Wakajati Abdullah Nordeni menyampaikan pesan motivasi, dimana ia menyebut, bahwa penyandang disabilitas bukanlah terbatas, melainkan memiliki kekuatan unik.

“Banyak orang melihat disabilitas sebagai kekurangan. Namun bagi kami, ini adalah keistimewaan yang Tuhan berikan. Setiap manusia memiliki potensi luar biasa untuk mandiri, berprestasi dan membanggakan bangsa,” ucap wakajati.

Ia mencontohkan, sosok Adyos Astan, atlet asal Maluku yang menorehkan prestasi nasional dan internasional. Dari medali emas Peparnas Papua 2021 hingga tampil di semifinal Paralympic Paris 2024, Adyos dianggap sebagai bukti nyata, bahwa keterbatasan dapat diubah menjadi kebanggaan bangsa.

“Program Mendobrak Batas bukan sekadar mencari atlet, tetapi mencari jiwa-jiwa pejuang. Anak-anak yang hadir hari ini adalah bukti nyata bahwa harapan tidak pernah padam,” tandasnya.

Menurutnya, program ini menjadi momentum penting bagi Maluku untuk melahirkan generasi baru atlet disabilitas, ia juga mengajak seluruh peserta meneladani semangat Adyos Astan dan terus berjuang di jalur olahraga.

“Jadilah Adyos-Adyos muda dari Maluku yang akan mengharumkan nama Indonesia di dunia,” ucap wakajati.

Sebelumnya, Ketua Panitia Rajendra D Wiritanaya menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan atas prakarsa Jaksa Agung Muda Intelijen dengan dukungan anggaran NPC Indonesia Pusat tahun 2025.

Tujuan kegiatan antara lain, menjaring atlet disabilitas tangguh dari Maluku untuk bersaing di tingkat nasional dan internasional, meningkatkan kerja sama NPC dengan Kejati di seluruh Indonesia, mendorong apresiasi masyarakat terhadap penyandang disabilitas serta menjadi tolak ukur bagi Pemerintah Provinsi Maluku dalam mendukung pembinaan olahraga disabilitas.

“Kami ingin, para calon atlet tidak merasa malu dengan kondisi mereka. Justru di balik keterbatasan ada potensi besar untuk membanggakan bangsa,” ujar Rajendra.(S-25)

BERITA TERKAIT