SIWALIMA.id > Berita
PDIP Pastikan Ibu Kota Maluku Pindah ke Masohi
Politik | Selasa, 4 November 2025 pukul 14:20 WIT

 

AMBON, Siwalima. id - Ketua DPD PDIP Maluku, Benhur Watubun menegaskan, pihaknya telah menyepakati pemindahan ibu kota Provinsi Maluku dari Kota Ambon ke Kota Masohi. 

Kepastian ini disampaikan Benhur dikarenakan rencana pemindahan ibu kota provinsi itu, sudah dimasukan dalam rencana tata ruang dan tata wilayah.

“Kalau saudara saudara tidak percaya silahkan cek. Kita sudah masukan dalam rencana RT/RW Pemerintah Provinsi Maluku,” tanda Benhur saat konferensi pers untuk memperkenalkan struktur kepengurusan DPD PDIP periode 2025-2030 di ruang rapat Kantor DPD PDIP Maluku, Senin (3/11). 

 

Benhur mengaku, hal ini dikarenakan Geopolitik Soekarno serta kondisi demografi yang terus meningkat. 

“Nanti saudara saudara bisa mengikuti dari hari ke hari. Pastinya ibukota akan pindah ke Malteng. Hal ini tentu didasari oleh semangat juang Bung Karno saat meletakan batu pertama Kabupaten Malteng di Masohi yang juga jatuh pada hari ini di usia yang ke -68 tahun,” ucap Benhur. 

Rebut Kekuasaan 

Benhur juga menegaskan, partai yang dipimpinnya ini tidak ingin terburu-buru membicarakan siapa kader yang akan diusung pada Pilgub Maluku di 2029 mendatang. Namun, satu hal yang pasti yang perlu digaris bawahi, bahwa PDIP bertekad untuk merebut kembali kekuasaan di Provinsi Maluku.

“Kita tidak bicara siapa yang akan dicalonkan. Tapi merebut kekuasaan 2029 itu pasti. Itu yang tepat. PDIP akan kembali merebut kekuasaan,” tandas Benhur. 

Menurut Benhur, hakikat politik adalah, meraih kekuasaan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, seluruh kader dan struktur partai akan bekerja konsisten untuk memastikan, visi perjuangan partai dapat terwujud, baik di dalam maupun di luar pemerintahan.

“Kemarin kalah dan kami sudah sampaikan ke pak Hendrik Kalau kami menang, maka visi kami atau visi Pak Jeffrey itu jadi dokumen visi seluruh rakyat Maluku yang akan terdokumentasi dalam RPJMD. Tapi karena Pak Hendrik menang, maka dokumen Lawamena itu yang jadi visi dan misi seluruh rakyat Maluku,” beber Benhur.

Benhur menegaskan, pihaknya akan tetap memantau dan mengevaluasi setiap kebijakan pemerintah daerah, termasuk soal meritokrasi birokrasi, infrastruktur serta program-program pelayanan publik, seperti kesehatan dan perumahan gratis.

“Partai ini dinamis dan tidak diam. Kita akan memperhatikan dengan sungguh-sungguh seluruh kebijakan yang terjadi. Kita tunggu saatnya nanti,” ucap Benhur.

Terkait hubungan politik dengan Gubernur Maluku saat ini, Benhur menyebut PDIP tetap bersikap terbuka dan bersahabat, selama ada kesamaan kepentingan politik.

“Kami tetap bersahabat. Tapi 2029 kita bisa saja berbeda dan itu tidak jadi soal. Politik itu tergantung kepentingan. Kalau dia baik, kita akan bersahabat terus. Kalau tidak, ya pada gilirannya kita akan bersikap,” tandas Beanhur.

Menurut Benhur, perjuangan PDIP akan terus diarahkan untuk memperjuangkan visi dan misi partai demi kepentingan rakyat.

“Kalau kita diluar pemerintahan, kita akan berjuang supaya satu atau dua butir visi partai bisa diintegrasikan. Tapi kalau kita di dalam pemerintahan, maka semuanya akan kita masukkan,” tutur Benhur.

Penilaian atas kiprah partai dan pemerintahan selama ini kata Benhur, tetap diserahkan kepada rakyat dan media.

“Tinggal rakyat yang menilai, apakah kita memerintah di zaman pak Karel baik atau tidak, di zaman pak Murad baik atau tidak, di zaman pak Bib baik atau tidak. Wartawan juga pasti sudah punya penilaian sendiri,” pungkas Benhur. 

Kepengurusan Partai

Benhur pada kesempatan itu juga memperkenalkan susunan kepengurusan baru masa bakti 2025-2030. Komposisi pengurus kali ini, merupakan kombinasi antara kader senior dan kader muda yang memiliki kapasitas, loyalitas serta dedikasi terhadap perjuangan partai. 

Bahkan, struktur baru ini diharapkan menjadi motor penggerak partai dalam memperkuat konsolidasi organisasi dan menyiapkan langkah menuju kemenangan PDIP di Pemilu 2029.

“Struktur ini mencerminkan semangat gotong royong dan soliditas. PDI Perjuangan terus memperkuat diri agar mampu menjawab tantangan dan memperjuangkan kepentingan rakyat Maluku,” ujar Benhur.

Pengurus PDIP Provinsi Maluku Masa Bakti 2025 - 2030 terdiri dari Ketua: Benhur George Watubun, Wakil Ketua Bidang Internal Johan Rahantoknam, Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai Thobyhend JM Sahureka, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif James Richard Maatita, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Nunka Ningsi Batjo, Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi Gerald Mailoa, Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Bidang Pemerintahan Debby Puspita Latuconsina, Wakil Ketua Bidang Politik Benyamin Thomas Noach, Wakil Ketua Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Arobi Kelian, Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi Jafri Taihuttu, Wakil Ketua Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional Javet Jemmy Pattiselanno, Wakil Ketua Bidang Perekonomian Tina Welma Tetelepta, Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan Bidang Kerakyatan Santhy Angeline Manuhutu, Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Irfan Hamka.

Selanjutnya, Wakil Ketua Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi, Koperasi dan UMKM Katrin Wokanubun, Wakil Ketua Bidang Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Alihidayat Wajo, Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Oliva Lasol, Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa M Akmal S Soulisa, Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital Frans Abednego Mansaby, Wakil Ketua Bidang Pertanian dan Pangan, Kehutanan, Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan Samson R Atapary.

Kemudian, Sekretaris Nancy Purmiasa,  Wakil Sekretaris Bidang Internal Cayetanus Dharma Angwarmase, Wakil Sekretaris Bidang Program, Ferly Gracia Tasik. Bendahara Andreas JW Taborat, Wakil Bendahara Abdul Amin Buton. 

Benhur menyebut, seluruh pengurus telah siap bekerja membumikan nilai-nilai ideologi PDIP ditengah masyarakat, dengan tetap berpegang pada semangat gotong royong, kerakyatan, dan nasionalisme.

“DPD PDI Perjuangan Maluku akan terus hadir di tengah rakyat. Kepengurusan baru ini menjadi bagian dari upaya kami memperkuat konsolidasi dan memastikan kemenangan rakyat pada 2029,” tegas Benhur.(S-26)

BERITA TERKAIT