SIWALIMA.id > Berita
Pelayanan KM Sabuk Nusantara Dikeluhkan Masyarakat
Online | Senin, 22 Desember 2025 pukul 18:37 WIT

AMBON, Siwalima.id – Masyarakat selaku pengguna jasa transportasi KM Sabuk Nusantara, mengeluhkan buruknya pelayanan dari armada perintis tersebut, selama pelayaran di sejumlah rute di Provinsi Maluku.

Hal ini dikearenakan selama pelayaran pendingin ruangan AC pada kapal tersebut tidak dihudupkan, sehingga para penumpang kepanasan, disamping itu kebersihan pada kapal tersebut juga sangat kotor.

“Ratusan penumpang terpaksa menahan panas akibat pendingin ruangan (AC) yang tidak berfungsi selama perjalanan, ini kan sangat miris,” beber salah satu penumpang KM Sabuk Nusantara, Paet Rusin kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (22/12).

Menurut Paet, kondisi tersebut dialaminya saat melakukan perjalanan dari Ambon menuju Banda hingga Tual. Selama pelayaran, AC di kapal dilaporkan mati total, baik di dek 1, dek 2, maupun dek 3. Akibatnya, penumpang mengalami kepanasan yang cukup parah.

“Tiket memang murah, tapi jangan karena murah lalu penumpang diperlakukan seperti bukan manusia. Ini manusia yang naik, bukan hewan atau benda mati,” tegas Pae.

Menurut Paet, kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Keluhan serupa disebut sudah sering disampaikan oleh penumpang, namun tidak mendapat respons dari nakhoda maupun awak kapal.

“Kalau memang AC tidak ada, paling tidak sediakan kipas angin. Tapi ini sama sekali tidak ada. Kami benar-benar dibiarkan kepanasan,” cetus Paet.

Selain persoalan pendingin ruangan kata Paet, kebersihan kapal, terutama fasilitas MCK yang dinilai kurang terawat dan tidak layak digunakan oleh penumpang selama pelayaran.

Ia bersama ratusan penumpang lainnya, minta PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk segera mengevaluasi kinerja nakhoda dan anak buah kapal (ABK), khususnya pada kapal Sabuk Nusantara yang melayani rute Ambon-Banda-Geser-Gorong-Kesui-Teor-Tual serta rute Ambon-Tehoru-Geser-Bula-Gorong-Kesui-Teor.

Melihat kondisi pelayanan kapal seperti ini, maka dirinya minta DPRD Maluku, khususnya komisi terkait, untuk memanggil pihak Pelni atau pengelola KM Sabuk Nusantara guna meminta pertanggungjawaban atas pelayanan armada itu yang dinilai tidak manusiawi dan merugikan penumpang.

“Kami berharap ada perhatian serius dari Pemda dan DPRD agar pelayanan transportasi laut di Maluku bisa lebih layak dan manusiawi,” harap Paet.(S-25)

BERITA TERKAIT