SIWALIMA.id > Berita
Pembangunan SR di MBD Segera Dimulai
Online | Selasa, 20 Januari 2026 pukul 14:33 WIT

TIAKUR, Siwalima,id - Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Maluku Barat Daya memasuki tahap awal. 

Hal itu ditandai dengan peninjauan lokasi, sekaligus pemasangan patok batas lahan seluas kurang lebih 8 hektar yang berlokasi di pertigaan Desa Klis Syota serta dari arah Bandara Werwaru, Senin (19/1).

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Maluku, Djalaluddin Salampessy yang turut ikut dalam peninjauan itu, mengajak pemerintah daerah dan seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 tahun 2024–2025, yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional, dalam rangka menyiapkan kader dan generasi emas Indonesia tahun 2045.

Program SR yang akan dibangun, merupakan bagian dari dinamika pembangunan nasional yang harus diwujudkan bersama oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah serta masyarakat.

“Kami telah hadir di MBD dan mendorong pembangunan pendidikan melalui SR, karena itu kami berharap kesediaan bapak ibu semua, khususnya pemilik lahan untuk menyambut baik Inpres yang diperintahkan langsung oleh pak Presiden,” jelas Salampessy. 

Menurutnya, pembangunan sekolah ini sepenuhnya mengikuti standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, dengan nilai investasi diperkirakan mencapai ± Rp250 miliar. Untuk itu, ia mengingatkan agar potensi besar tersebut tidak disia-siakan.

“Jangan biarkan potensi ini diambil oleh yang lain. Mari kita berikan dukungan penuh, dimulai dari clear and clean administrasi pertanahan,” ujar Salampessy.

SR yang akan dibangun nantinya kata Salampessy, berbentuk boarding school (sekolah berasrama) dan diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 

Proses seleksi akan dilakukan secara ketat, melalui verifikasi pendamping PKH, BPS, serta tim sosial kabupaten, dengan kriteria desil satu hingga desil lima. Selain manfaat di bidang pendidikan, program ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Manfaatnya bukan hanya sekolahnya, tetapi juga bagi masyarakat. UMKM akan tumbuh dan masyarakat akan dilibatkan. Ini bukan janji atau kampanye, melainkan kebijakan pemerintah yang harus dijalankan,” tutur Salampessy.

Rencana pembangunan SR ini Lanjut Salampessy, membutuhkan lahan seluas sekitar 7,63 hingga 8 hektare, yang akan dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung, seperti lapangan sepak bola, voli, basket, asrama, serta fasilitas penunjang lainnya.

Untuk itu dirinya mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyukseskan program nasional tersebut, demi masa depan generasi Maluku.

“Mari kita dukung dan sukseskan program yang sangat luar biasa ini, agar 10 tahun ke depan kita bisa bercerita kepada anak cucu, bahwa kita punya kontribusi nyata untuk negeri ini,” tandas Salampessy.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Klis, Megi Kwuwulay menyampaikan dukungan penuh masyarakat desa terhadap pembangunan SR tersebut, dibuktikan dengan lahan yang dipatok ini, merupakan bentuk hibah masyarakat kepada pemerintah untuk kepentingan pendidikan.

“Hari ini kita pasang patok di atas tanah Desa Klis yang kita serahkan kepada pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi untuk dibangun SR. kita ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan juga kepada Bapak Presiden, Prabowo Subianto,” ucap Megi.

Ia berharap, kehadiran sekolah tersebut dapat membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di MBD.

“Anak-anak kita yang orang tuanya tak  punya biaya, kedepan sudah bisa punya harapan. Mudah-mudahan pembangunan ini tidak berhenti di tengah jalan, tapi bisa selesai dan benar-benar dinikmati oleh masyarakat,” harap Megi. 

Untuk diketahui, pemasangan patok lahan ini, diakhiri dengan prosesi adat oleh pemangku adat setempat dan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh rohaniawan Desa Klis, sebagai bentuk ungkapan syukur atas rencana pembangunan tersebut.

Proses peninjauan lokasi sekaligus pemasangan patok lahan SR itu dihadiri juga oleh anggota DPRD Maluku, John Laipeny, Sekda MBD, Eduard JS Davidz, Camat Pulau Moa, Pemdes Klis, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, para pemilik lahan dan disaksikan oleh masyarakat sekitar.(S-28)

BERITA TERKAIT