AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Provinsi Maluku diminta untuk proaktif menyambut janji Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, bahwa semua daerah di bumi raja-raja ini akan teraliri listrik sebelum tahun 2028.
Apalagi, janji sang menteri itu disertai dnegan permintaan agar Pemprov Maluku untuk list semua daerah yang belum miliki listrik, sehingga janji ini perlu disambut dengan positif, sebab hal inilaih yang dinanti, masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik.
Permintaan itu disampaikan anggota Komisi II DPRD Maluku, Ari Sahertian kepada Siwalima di Baileo Rakyat Karang Panjang, Senin (10/11).
“Kami sangat mendukung kebijakan atau janji pak Bahlil itu, karena kenyataannya masih ada sejumlah daerah di Maluku yang belum menikmati listrik secara penuh. Padahal, listrik saat ini sudah jadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat,” tandas Sahertian.
Politisi PKB ini menjelaskan, listrik bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan pokok yang berpengaruh besar terhadap peningkatan kualitas hidup, pendidikan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terpencil.
“Listrik itu sekarang kebutuhan utama. Tanpa listrik, sulit masyarakat berkembang, baik dari sisi ekonomi maupun pendidikan,” tandas Sahertian.
Untuk itu kata Sahertian, Pemprov Maluku segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat, agar janji Menteri ESDM segera diwujudkan. Selain pemprov, PLN juga didorong untuk melakukan koordinasi aktif dengan Kementerian ESDM, guna mempercepat realisasi pemerataan listrik di seluruh wilayah Maluku.
“Pemprov jangan pasif, harus proaktif berkoordinasi dengan Kementerian ESDM. PLN juga perlu bergerak cepat agar janji pak Bahlil tidak hanya jadi wacana. Maluku ini daerah kepulauan, aksesnya sulit, jadi harus direncanakan dengan matang sejak awal,” tegas Sahertian.
Ia berharap, dengan perhatian serius dari pemerintah pusat dan dukungan penuh dari pemerintah provinsi, maka masyarakat di pulau-pulau kecil di Maluku dapat segera menikmati penerangan listrik.
“Kalau janji ini bisa diwujudkan, tentu akan menjadi kado terindah bagi masyarakat Maluku yang selama ini hidup dalam keterbatasan listrik,” tandas Sahertian. (S-26)