SIWALIMA.id > Berita
Polda Latih Personel Brimob Tangani Rusuh
Daerah | Senin, 20 April 2026 pukul 14:22 WIT

AMBON, Siwalima.id - Polda Maluku menggelar latihan penanganan huru-hara guna me­ning­katkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi bereskalasi ti­nggi, khususnya pengendalian massa.

Pelatihan ini diikuti oleh 100 per­sonel Brimob Polda Maluku yang dipusatkan di Lapangan Letkol Chr. Tahapary Tantui, Ambon, Jumat (17/3).

Kegiatan yang digelar di Lapa­ngan Mapolda Maluku itu mendapat arahan langsung dari Kapolda Ma­luku, Irjen Dadang Hartanto.

Dalam arahannya, kapolda mene­gaskan setiap tindakan kepolisian harus berlandaskan hukum, profe­sional dan mengedepankan pende­katan humanis. “Polri adalah civilian police. Setiap tindakan harus dapat dipertang­gung­ja­wabkan seca­ra hukum,” ujar Dadang.

Ia menekankan Satuan Brimob sebagai garda terdepan dalam pena­nganan kejahatan berintensitas tinggi dituntut mampu bertindak tegas, namun tetap proporsional.

Penggunaan kekuatan, kata dia, harus disesuaikan dengan tingkat ancaman dan tidak melampaui ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, Dadang mengingatkan pentingnya pemahaman personel dalam membedakan antara tindakan tegas yang terukur dengan kekera­san yang melanggar prosedur.

Dalam pelatihan tersebut, setiap personel juga dibekali body kamera sebagai upaya meningkatkan trans­paransi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Pelatihan ini didukung oleh empat instruktur internal Brimob yang memberikan materi teknis kepada para peserta.

Melalui kegiatan tersebut, perso­nil diharapkan semakin siap meng­hadapi dinamika keamanan, sekali­gus mampu memberikan perlindu­ngan yang profesional dan humanis kepada masyarakat.

Pelatihan PHH ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparat dalam merespons potensi gangguan keamanan, khususnya aksi massa yang berpotensi ricuh.

Di sisi lain, pendekatan humanis yang ditekankan pimpinan dinilai penting di tengah meningkatnya per­hatian publik terhadap penanganan aksi massa.

“Ke depan, efektivitas pelatihan ini akan sangat bergantung pada imple­mentasi di lapangan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara ketega­san dan penghormatan terhadap hak asasi manusia,” ingatnya.(S-25)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps