AMBON, Siwalima.id - Polda Maluku melakukan verifikasi administrasi bagi 14 calon taruna akademi kepolisian yang dinyatakan memenuhi syarat pada seleksi awal.
Tahapan seleksi yang digelar Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Maluku di ruang Bagian Pengendalian Personel (Bag Dalpers), Rabu (17/6), diikuti 14 peserta calon Taruna Akpol
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Bagian Pengendalian Personel (Kabag Dalpers Biro SDM Polda Maluku, AKBP Tommy Bambang Souissa, mewakili Kepala Biro SDM Polda Maluku selaku Ketua Panitia Daerah (Panda) Penerimaan Polri Tahun 2026.
Dalam arahannya, Tommy mengingatkan seluruh peserta agar memastikan legalitas dan kelengkapan dokumen yang akan diverifikasi oleh tim pemeriksa administrasi.
“Seluruh peserta harus memastikan setiap dokumen yang diserahkan lengkap, sah dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Ketelitian dalam tahap administrasi menjadi bagian penting dalam menjaga integritas proses seleksi,” kata Tommy.
Untuk menjamin objektivitas dan kredibilitas seleksi, Polda Maluku menerapkan sistem verifikasi berlapis dengan melibatkan berbagai unsur pengawas serta instansi teknis yang memiliki kewenangan melakukan validasi dokumen peserta.
Tim dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ambon dilibatkan untuk memeriksa keaslian dokumen kependudukan peserta.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku bertugas memverifikasi dokumen akademik dan ijazah yang digunakan sebagai syarat pendaftaran.
“Selain melibatkan instansi teknis, proses seleksi juga diawasi oleh unsur pengawas internal dari Inspektorat Pengawasan Daerah dan Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Maluku,” katanya.
Pengawas eksternal dari unsur media turut dilibatkan guna memastikan seluruh tahapan berlangsung secara transparan dan akuntabel.
Ketua Panitia Daerah Penerimaan Polri Polda Maluku, Kombes Jemi Junaidi menegaskan seluruh proses seleksi dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis.
“Seleksi penerimaan Taruna Akpol merupakan bagian dari upaya Polri untuk mencetak calon perwira yang unggul, berintegritas, profesional, dan siap menjawab tantangan tugas di masa depan. Karena itu setiap tahapan dilaksanakan secara objektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Jemi.
Ia menegaskan, Polda Maluku berkomitmen menjaga seluruh proses seleksi tetap bersih dari praktik percaloan, titipan, maupun intervensi pihak mana pun.
Pihaknya juga memastikan seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing berdasarkan kemampuan, kompetensi dan hasil yang diperoleh selama proses seleksi. “Tidak ada ruang bagi praktik percaloan maupun intervensi. Yang menentukan kelulusan adalah kualitas dan kemampuan peserta itu sendiri,” tegasnya.
Menurut Jemi, rekrutmen yang berkualitas menjadi pondasi penting dalam mendukung program transformasi SDM Polri Presisi sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui sistem verifikasi berlapis, pengawasan yang ketat, dan keterlibatan berbagai unsur independen, Polda Maluku berharap seluruh rangkaian seleksi penerimaan Taruna Akpol 2026 dapat berjalan profesional serta menghasilkan calon-calon perwira Polri terbaik dari Maluku.(S-25)