AMBON, Siwalimanews – Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi mengaku, upaya pemulihan pasca konflik antara warga Negeri Kailolo dan Kabauw di Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, terus dilakukan aparat keamanan bersama pemerintah daerah.
Bahkan, sehari setelah bentrokan yang menelan korban jiwa, TNI-Polri bersiaga di lokasi guna menjaga situasi tetap kondusif.
âHingga hari ini, jumlah korban bentrokan tercatat sebanyak 11 orang, dimana satu orang meninggal dunia, sedangkan 10 lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah itu, tiga korban masih dirawat di RSUP dr J Leimena Ambon, sementara sisanya jalani rawat jalan,â urai Kombes Rositah dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Rabu (10/9) malam. .
Ia mengaku saat ini, situasi secara umum sudah kondusif. Aparat TNI-Polri terus berjaga di lokasi untuk memastikan tidak ada eskalasi susulan dan proses pemulihan sosial berjalan dengan baik.
Selain menjaga keamanan, langkah rekonsiliasi sosial juga ditempuh. Tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dari kedua negeri dilibatkan aktif dalam dialog damai yang dimediasi Kapolda Maluku bersama pemerintah daerah.
âKami mendorong semua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwenang. Mari kita jaga Maluku sebagai rumah bersama,â ajak Kombes Rositah.
TNI-Polri menurut Kombes Rositah, tetap disiagakan pada titik-titik rawan untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan.
Masyarakat dihimbau tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta menjaga suasana kondusif di lingkungan masing-masing.
Tragedi ini, akan menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai toleransi, persaudaraan, dan hidup berdampingan dalam damai.
âSemua elemen masyarakat diharapkan berperan aktif menciptakan harmoni demi masa depan Maluku yang aman,â ajak Kombes Rositah.(S-25)