AMBON, Siwalima.id - Sebanyak 116 calon polisi wanita mengikuti pemeriksaan kesehatan tahap I dalam rangka seleksi Bintara Polri tahun 2026 di Sekolah Polisi Negara, Polda Maluku, Senin (13/4).
Pemeriksaan kesehatan yang berlangsung di Gedung Faisal Heluth tersebut, merupakan bagian dari tahapan seleksi Bintara Polri tugas umum berkemampuan SPKT, setelah para peserta dinyatakan lulus verifikasi administrasi awal.
Kegiatan ini dipimpin Kabid Dokkes Polda Maluku, Kombes Muhammad Faizal Zulkarnaen, yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Rikkes panitia daerah, didampingi Kabag Dalpers Biro SDM Polda Maluku.
Kombes Muhammad Faizal Zulkarnaen dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Selasa (14/4) menjelaskan, dalam proses seleksi ini, diawasi secara ketat oleh pengawas internal dari Itwasda dan Propam Polda Maluku, guna memastikan transparansi dan akuntabilitas.
“Panitia seleksi mengedepankan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis,” tulis Kombes Zulkarnaen.
Pemeriksaan kesehatan tahap pertama ini kata Kombes Zulkarnaen, dilakukan secara menyeluruh dan profesional untuk memastikan para calon anggota Polri memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.
“Pemeriksaan kesehatan tahap pertama ini bertujuan memastikan kondisi fisik peserta secara umum. Seluruh proses dilaksanakan secara objektif, transparan, dan sesuai standar medis yang berlaku,” jelas Kombes Zulkarnaen.
Menurutnya, integritas dalam setiap tahapan seleksi menjadi prioritas utama panitia. Untuk itu, pihaknya berkomitmen melaksanakan seleksi secara bersih dan akuntabel. Tidak ada toleransi terhadap praktik kecurangan dalam bentuk apa pun.
Adapun materi pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik luar, gigi dan mulut (odontogram), mata (visus dan tes buta warna), telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), tekanan darah, denyut nadi, serta pemeriksaan umum lainnya.
“Pada hari pertama pelaksanaan, dua peserta tercatat tidak melanjutkan seleksi. Satu peserta mengundurkan diri karena alasan kesehatan, sementara satu peserta lainnya memilih mundur karena terpilih sebagai atlet yang akan mewakili Indonesia di ajang internasional,” tandas Kombes Zulkarnaen.
Ia memastikan, seluruh tahapan seleksi tetap berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.(S-25)