AMBON, Siwalima.id - Keamanan masyarakat mulai terganggu dengan sejumlah aksi kriminal yang terjadi akhir-akhir ini di kota dengan tajuk manise tersebut.
Untuk itu, mereka berharap kepada pemerintah dibawa kepemimpinan Bodewin Wattimena agar segera melakukan upaya menyelesaikan masalah kriminal di tengah masyarakat.
Salah satu permintaan yakni menambah jumlah kamera pengawas di tempat-tempat yang dianggap rawan terjadi tindakan kriminal apalagi pada malam hari.
Menjawab itu, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengaku pemerintah mengaku akan memperketat pengawasan di lapangan.
Ia menjelaskan secara umum, pemerintah memang telah memasang sedikitnya 50 kamera pengawas atau CCTV di berbagai ruas jalan dan ruang publik
Meski demikian, keterbatasan anggaran membuat perluasan jaringan CCTV masih diprioritaskan pada jalan-jalan utama.
“Bukan kita mencari pembenaran, tetapi upaya memberikan keamanan kepada masyarakat terus kita lakukan dengan menambah CCTV di ruang publik,” terang walikota kepada wartawan di Baileo Rakyat, Karang Panjang , Jumat (21/11).
Ia menjelaskan beberapa lokasi kejadian kriminal yang disorot warga seperti kawasan A.Y. Patty, PHB, serta wilayah militer memang belum tercakup jaringan CCTV.
Khusus area militer, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk memasang kamera pengawasan.
Namun, ia menekankan keamanan tidak hanya bergantung pada keberadaan CCTV tetapi dibutuhkan pengawasan orang tua agar anak-anak tidak berkeliaran malam hari.
"Ini soal perilaku. Kalau semua hal harus pemerintah yang urus, kapan kita bisa mandiri?” katanya.
Walikota juga menegaskan kriminalitas dapat terjadi di mana saja, baik di kota maupun desa, sehingga tidak tepat jika setiap kejadian selalu dikaitkan dengan kesiapan pemerintah daerah.
“Yang penting semua taat aturan. Urusan kriminal biarkan menjadi ranah kepolisian. Saya percaya Polri akan berupaya menangkap para pelaku,” janjinya.
Ia kemudian menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam mendukung penegakan hukum.
“Terkadang kita menyembunyikan atau melindungi pelaku. Kalau kita mau terbuka dan kooperatif, pasti masalah ini lebih mudah ditangani,” tutupnya. (S-26)