SIWALIMA.id > Berita
RPJMD 2025–2029 Jadi Momentum Wujudkan Pembangunan Terpadu
Malteng Membangun , Suplemen | Selasa, 14 Oktober 2025 pukul 22:45 WIT

PEMERINTAH Kabupaten Malu­ku Tengah mulai memantapkan arah pembangunan lima tahun kedepan melalui Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029, yang digelar di Masohi, Senin (13/10).

Dalam forum yang dihadiri jajaran Forkopimda, DPRD, pimpinan pe­rangkat daerah, instansi vertikal, serta insan pers itu, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan pentingnya penyusu­nan RPJMD sebagai pedoman stra­tegis dan moral antara pemerintah dengan masyarakat.

“RPJMD bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi kontrak sosial dan moral antara pemerintah dan masyarakat. Dokumen ini akan men­jadi pedoman kita untuk mewujud­kan visi daerah, Membangun Malu­ku Tengah yang Maju, Sejahtera, Rukun, dan Berkeadilan,” tegas Bu­pati Zulkarnain,dalam sambutannya yang dibacakan Sekertaris Daerah (Sekda) Malteng, Rakib Sahubawa.

Dalam arah kebijakan pembangu­nan tersebut, Bupati  menjabarkan visi daerah akan diterjemahkan da­lam Panca Cita Pembangunan Dae­rah, yakni: Satu, Membangun SDM yang berkualitas, sehat, dan terampil; Dua, Meningkatkan daya saing dan stabilitas perekonomian daerah; Tiga, Membangun tata kelola peme­rintahan yang bersih, efektif, dan berdaya saing;  Empat, Membangun ketahanan sosial budaya dan ling­kungan; serta kelima, Membangun kualitas dan kuantitas infrastruktur serta pengembangan wilayah.

Zulkarnain mengatakan, forum tersebut merupakan momentum penting untuk menyatukan langkah antar perangkat daerah agar seluruh kebijakan pembangunan berjalan selaras dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kerja keras semua pihak yang telah mengantarkan Maluku Tengah meraih sejumlah penghar­gaan nasional, di antaranya

Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 dari Kementerian Komunikasi dan Digital untuk ka­wasan timur Indonesia;

TPAKD Award 2025 dari Kemen­terian Koordinator Bidang Pereko­no­mian untuk wilayah Indonesia Timur (Nusa Tenggara, Papua, Ma­luku).

“Ini adalah prestasi kolektif yang harus kita jaga dan tingkatkan. Namun, penghargaan bukan tujuan akhir, melainkan motivasi untuk te­rus berbuat lebih baik bagi masya­rakat,” tandasnya.

Meski demikian, Zulkarnain meng­ingatkan, kedepan tantangan pem­ba­ngunan tidak ringan. Pemerintah daerah harus menghadapi persoalan kemiskinan, pengangguran, inflasi, stunting, hingga tuntutan efisiensi anggaran menyusul kebijakan pe­ngurangan TKD.

“Setiap rupiah yang kita kelola harus tepat sasaran, tepat manfaat, dan berdampak langsung bagi mas­yarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan, pentingnya meninggalkan ego sektoral, serta mendorong seluruh perangkat daerah untuk berorientasi pada program yang populis, produktif, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.

“Kita semua adalah pelayan mas­yarakat, bukan pelayan kepentingan kelompok apalagi melayani kepenti­ngan sendiri,” tegas Zulkarnain.

Lebih lanjut, Bupati meminta se­tiap perangkat daerah memastikan seluruh program dan kegiatan yang diusulkan sinkron dengan visi dan misi pembangunan daerah.

Ia juga mendorong optimalisasi sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah tanpa membebani masya­rakat. “PAD harus tumbuh karena peningkatan ekonomi rakyat, bukan karena penambahan beban mereka,” ujarnya sembari menyerukan sema­ngat Malteng Bangkit sebagai tekad bersama.

Forum ini, lanjut Zulkarnain, diha­rap­kan menjadi momentum bagi selu­ruh jajaran pemerintah daerah untuk menata arah pembangunan secara terukur, realistis, dan berke­adilan.

“Saya percaya, dengan kerja ke­ras, sinergi, dan semangat kebersa­maan, kita mampu mewujudkan Maluku Tengah yang maju, sejah­tera, rukun, dan berkeadilan,” pung­kasnya sebelum secara resmi membuka forum tersebut.(S-17)

BERITA TERKAIT