AMBON,Siwalima.id – Distribusi air bersih di kawasan Batu Gajah yang sebelumnya tersendat, kini telah kembali normal seperti sediakala.
Distribusi air bersih yang kembali normal ini, setelah direspons dengan cepat oleh Perumdam Tirta Yapono, dimana sang direktur Pieter Saimima memimpin tim untuk langsung turun ke lapangan untuk meninjau titik distribusi air ke permukiman warga.
Peninjauan difokuskan pada lokasi penyambung jaringan air yang menjadi sumber distribusi ke rumah-rumah warga dan saat itu ia memastikan, permasalahan segera ditangani dan menargetkan distribusi kembali normal pada akhir April 2026.
Upaya tersebut membuahkan hasil, dimana pada 27 April kemaitn, gangguan distribusi berhasil diatasi dan suplai air bersih ke rumah warga kembali berjalan normal.
“Permasalahan sudah berhasil kami tangani, dan saat ini distribusi air ke masyarakat sudah kembali normal,” ungkap Saimima kepada Siwalima.id di ruang kerjanya, Kamis (30/4).
Sebelumnya kata Saimima, gangguan terjadi akibat pasokan air yang belum maksimal sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Untuk mengatasinya, Perumdam Tirta Yapono mengambil langkah strategis dengan memperdalam sumur air di Batu Gajah dari 42 meter menjadi 54 meter.
Langkah ini berdampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas suplai. Proses pengisian bak penampung berkapasitas 750 meter kubik kini hanya membutuhkan waktu sekitar 10 jam, jauh lebih cepat dibanding sebelumnya yang mencapai 20 jam dan belum terisi penuh.
“Dengan peningkatan kapasitas ini, distribusi air menjadi lebih optimal dan dapat menjangkau lebih banyak warga lagi,” ungkap Saimima.
Menurut Saimima, berdasarkan laporan petugas lapangan, masyarakat kini mulai merasakan perbaikan layanan air bersih secara nyata.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Perumdam Tirta Yapono dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih di Kota Ambon. Tidak hanya fokus pada distribusi, perusahaan juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan.
Untuk itu kedepan, pembenahan akan terus dilakukan di wilayah lain yang masih mengalami kendala serupa. Langkah ini sejalan dengan program prioritas Pemkot Ambon yang menargetkan seluruh masyarakat dapat menikmati akses air bersih pada tahun 2030.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Karena itu, kami terus berkolaborasi dengan Dinas PUPR Kota Ambon untuk pengembangan jaringan dan peningkatan layanan ke depan,” tandas Saimima.
Ia berharapu, dengan langkah cepat dan inovatif, distribusi air bersih di Batu Gajah diharapkan semakin stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.(Mg-1)