SIWALIMA.id > Berita
Sarlota Sebut Fasilitas di SMA Siwalima Masih Kurang
Pendidikan | Kamis, 18 Juni 2026 pukul 14:32 WIT

AMBON, Siwalima.id - Dinas Pendidikan dan Kebuda­yaan Provinsi Maluku mengklaim sejumlah fasilitas pendukung di SMA Siwalima masih kurang.

Untuk menambah sejumlah fasi­litas di sekolah milik pemerintah provinsi tersebut dinas belum memi­liki anggaran yang cukup.

Kadis Pendi­di­kan dan Kebudayaan Maluku Sar­lota Singerin mengaku, kondisi SMA Siwalima saat ini membutuhkan penanganan khususnya.

“Ada beberapa aspek seperti as­rama, moubiler ruang belajar, kapa­sitas ruang makan yang belum me­madai hingga penyediaan air bersih bagi para siswa yang menetap di ling­kungan sekolah,” terangnya ke­pada wartawan di Kantor Gubernur, Rabu (17/6).

Singerin tidak menyangkal jika kondisi SMA Siwalima saat ini memang seperti apa yang ditemukan Komisi IV DPRD provinsi saat melakukan kunjungan kerja bebe­rapa waktu lalu.

Akibat keterbatasan fasilitas pen­dukung di SMA Siwalima menye­babkan Dinas PK harus mengambil kebijakan mengurangi kuota siswa dari sebelumnya yang berjumlah 200 siswa menjadi 150 siswa saja.

Disisi lain beberapa unit asrama yang sebelumnya telah dibangun pada tahun 2024 juga tidak mem­punyai mengcover kebutuhan di SMA Siwalima, karena keterbatasan fasilitas pendukung seperti mobiler.

“Memang begitu kondisi SMA Siwalima, dinas tidak pernah menu­tup mata tapi ini persoalan anggaran yang minim,” ucapnya.

Ia mengatakan Dinas Pendidikan setiap tahunnya terus berupaya mendorong penanganan fasilitas pendukung di SMA Siwalima, namun terkendala dengan anggaran yang tersedia di pemerintah pro­vinsi.

Kebijakan pemangkasan TKD yang dilakukan Pemerintah Pusat telah berdampak sejumlah program dan kegiatan pada Dinas PK Maluku yang mestinya dilakukan termasuk pembenahan sejumlah infrastruktur pendukung pendidikan.

Menurutnya, jika fiskal daerah memungkinkan untuk dilakukan penanganan tentu, Dinas PK telah melakukan perbaikan sejumlah fasi­litas pendukung tahun ini karena hal itu merupakan kebutuhan penting.

“Mudah-mudahan kondisi fiskal baik dan ada pergeseran anggaran jadi kita bisa lakukan penanganan terhadap sejumlah fasilitas pendu­kung tersebut,” ujarnya.

Kendati begitu, ia belum dapat menjadi apakah penanganan seko­lah SMA Siwalima dapat dilakukan di tahun 2026 atau tahun 2027 karena harus menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah.

“Tahun depan juga tergantung fiskal, kita merencanakan tapi kalau fiskal daerah tidak memungkinkan yah tidak mungkin jalan juga, jadi kita harus bersabar,” jelasnya.(S-20)

BERITA TERKAIT