AMBON, Siwalima.id - Kepala Dinas Kesehatan Maluku Yan Aslian Noor mengaku, sejumlah tantangan masih menghantui dunia kesehatan di bumi raja-raja sampai dengan saat ini.
Yan mengungkapkan, walaupun setiap tahun pemerintah merayakan Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada 12 November, namun faktanya masyarakat di pelosok daerah Maluku masih diperhadapkan dengan persoalan kesehatan yang menuntut adanya perhatian serius dari pemerintah pusat.
"Kita mesti akui juga, bahwa sampai dengan saat ini masih ada begitu banyak tantangan dan persoalan yang menghantui dunia kesehatan di Maluku jelang hari kesehatan Nasional besok," ucap Yan kepada Siwalima.id melalui telepon selulernya, Selasa (11/11).
Sebagai daerah yang bercirikan kepulauan dengan ribuan desa kata Yan, tentu tantangan utama dunia kesehatan yakni akses masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan secara cepat masih jauh dari harapan.
Masyarakat dibeberapa desa yang berada di pulau-pulau terpencil dan daerah pegunungan, tentu belum mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik dan fakta inilah, yang sementara perlahan-lahan disentuh oleh Pemprov Maluku.
"Pak gubernur telah memerintahkan kami di Dinas Kesehatan untuk responsif dalam mencari solusi terhadap persoalan keterbatasan akses layanan kesehatan tersebut,” tandas Yan.
Disamping keterbatasan akses kesehatan kata Yan, masalah lain yang juga dihadapi berkaitan dengan ketersediaan tenaga kesehatan, baik dokter spesialis, dokter umum hingga perawat.
Pemerintah saat ini, sementara berupaya untuk mendekatkan akses kepada masyarakat, sebab masyarakat harusnya secepat mungkin mendapatkan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan, termasuk di wilayah terpencil dan kepualauan.
"Kita kedepan tentu akan berupaya untuk bisa meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat tidak perlu rujuk ke luar Maluku, termasuk menjamin 100 persen masyarakat dapat tercover oleh BPJS,” tandas Yan.
Menurutnya, saat ini capaian kepesertaan BPJS Kesehatan sudah mencapai 98.4 persen dengan tingkat kepesertaan aktif sudah diatas 82 persen dan masuk dalam kategori prioritas oleh BPJS Kesehatan.
Namun masih terdapat beberapa persen masyarakat yang belum tercover dalam layanan BPJS kesehatan, sehingga menjadi pekerjaan keras bagi pemprov agar memastikan semua pasti tercover.
"Kalau ada 1-2 persen yang belum tercover mungkin karena persoalan pindah alamat dan sebagainya tapi ini tentu menjadi perhatian kami,” ucap Yan.
Tak hanya tantangan dari luar, Yan juga mengaku, secara internal harus lebih meningkatan kerjasama dan kolaborasi agar target yang hendak dicapai lebih cepat dan efisien.(S-20)