SIWALIMA.id > Berita
Sekot: Musda Kosgoro Harus Jadi Ruang Evaluasi
Online | Jumat, 24 April 2026 pukul 15:51 WIT

AMBON, Siwalima.id – Plt Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette mengatakan, musyawarah daerah bukan sekadar seremoni organisasi atau agenda rutin tahunan, melainkan forum tersebut harus menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, sekaligus wadah melahirkan langkah nyata untuk menjawab persoalan pembangunan di Maluku.

“Organisasi tidak boleh hanya sibuk dengan urusan internal. Harus hadir memberi solusi dan menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat,” tandas sekot saat membuka Musda II Pimpinan Daerah Kolektif Kosgoro 1957 Provinsi Maluku, di salah satu hotel di Kota Ambon, Jumat( 24/4)

Tema Musda II kali ini Mewujudkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kelautan di Maluku menurut sekot, sangat tepat, karena sesuai dengan realitas Maluku sebagai daerah kepulauan dengan kekayaan laut yang besar.

Lebih dari 90 persen wilayah Maluku merupakan lautan. Potensi sektor perikanan, budidaya laut, hingga wisata bahari sangat besar, namun sampai saat ini belum memberi dampak maksimal terhadap kesejahteraan rakyat.

“Jangan terus bangga dengan potensi kalau masyarakat pesisir masih hidup susah. Kekayaan laut harus dirasakan rakyat, bukan hanya jadi data diatas kertas,” tandas ekot.

Sekot juga menyoroti keras sejumlah persoalan klasik yang masih membelenggu pembangunan Maluku, mulai dari wilayah yang tersebar, infrastruktur yang belum merata, tingginya biaya logistik, hingga ketimpangan antar wilayah.

Selain itu, ia menilai kebijakan pusat yang terlalu sentralistik sering kali tidak memahami karakter daerah kepulauan seperti Maluku. Akibatnya, ruang gerak daerah menjadi terbatas dalam mengelola sumber daya sendiri.

“Maluku tidak bisa dibangun dengan pola pikir daratan. Daerah kepulauan membutuhkan kebijakan khusus, bukan pendekatan seragam,” ucap sekot.

Ia menegaskan, perlunya reformasi kebijakan yang berpihak kepada rakyat, adaptif terhadap kondisi daerah, dan memberi kewenangan lebih luas bagi daerah untuk mengelola potensi kelautan secara mandiri dan berkelanjutan.

Untuk itu, Kosgoro 1957 diminta tidak hanya menjadi penonton. Organisasi tersebut harus tampil sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong ekonomi rakyat.

“Kosgoro harus turun ke masyarakat, dampingi nelayan, bantu UMKM, berdayakan perempuan pesisir, dan libatkan generasi muda. Jangan hanya ramai saat Musda,” cetus sekot.

Pemerintah Kota Ambon berharap, Musda II Kosgoro ini mampu melahirkan kepemimpinan baru yang berani, visioner, bersih dan benar-benar bekerja untuk rakyat.

“Forum ini harus menghasilkan keputusan nyata, bukan sekadar tepuk tangan dan foto bersama. Maluku butuh kerja keras, bukan banyak bicara,” tandas sekot.(Mg-1)

BERITA TERKAIT