SIWALIMA.id > Berita
Sektor Pariwisata Jadi Penggerak Utama Ekonomi
Ekonomi | Senin, 9 Maret 2026 pukul 14:11 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong agar sektor pariwisata menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Pembangunan di Maluku juga kedepan harus dilakukan berbasis sumber daya alam lokal. Artinya harus ada sektor tertentu yang mestinya menjadi penggerak utama perekonomian di daerah.

“Maluku memiliki sumber daya alam pariwisata yang potensial tetapi belum dan harus didorong pemanfaatannya agar potensi ini dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi,” terang Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa kepada wartawan di Ambon, Sabtu (7/3).

Dijelaskan beberapa hari lalu pemerintah sudah meluncurkan kalender of event Provinsi Maluku dan semua event yang nantinya dilakukan sepanjang tahun 2026.

Menurutnya event-event tersebut merupakan agenda strategis dalam upaya mempromosikan potensi kekayaan alam bahari, seni dan budaya dalam rangka mendorong pengembangan pariwisata.

Seluruh event pariwisata telah dikemas secara terencana, terintegrasi dan berkelanjutan sebagai kekuatan dan nilai tawar pariwisata maluku di tingkat nasional maupun internasional.

“Pemerintah provinsi berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, ekonomi kreatif, serta komunitas seni dan budaya,” tegasnya.

Ia menyebut dalam kalender tersebut terdapat 43 event baik yang bersifat lokal, nasional maupun internasional dengan tujuan menarik kunjungan pariwisata.

Sejumlah agenda yang masuk dalam event pariwisata diantaranya Ramadan Bikin Asyik dan tradisi Pukul Sapu Lidi di Negeri Mamala dan Morela pada Maret.

Memasuki April hingga Juni, agenda pariwisata dilanjutkan dengan Sound of Amboina, Festival Pattimura, Festival Abda’u, Festival Lawapipi, hingga kegiatan Teluk Ambon.

Pada pertengahan tahun, sejumlah kegiatan berskala besar juga digelar seperti Sail to Indonesia di beberapa daerah termasuk Banda Neira dan Ambon pada Juli, Darwin Banda Yacht Race, Karnaval Budaya Maluku, serta Namrole Festival pada Agustus.

Sementara pada September hingga Oktober, agenda yang dijadwalkan antara lain HUT Kota Ambon, Ambon International Music Festival, Festival Kopi, Festival Pulau Pombo, serta Festival Pesona Meti Kei.

Memasuki akhir tahun, sejumlah festival budaya kembali digelar seperti Festival Pamahanunusa di Maluku Tengah, Banda Heritage Festival, Kei Art Festival, hingga berbagai kegiatan budaya dan religi pada Desember.

“Kita berharap dengan berbagai upaya promosi yang kita lakukan kunjungan wisatawan ke Maluku akan bertambah sehingga akan berdampak pada pendapatan yang diterima daerah,” ujarnya.(S-20)

BERITA TERKAIT