SIWALIMA.id > Berita
Stok Ikan di Ambon Aman Selama Ramadan
Ekonomi | Selasa, 3 Maret 2026 pukul 11:07 WIT

AMBON, Siwalima.id - Dinas Perikanan memastikan stok ikan konsumsi masyarakat di Kota Ambon dalam posisi aman selama Bulan Suci Ramadan.

Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Henly Claudia Simatauw memastikan pasokan ikan di bulan Februari mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurutnya, selama periode menjelang Ramadan, rata-rata ikan yang masuk di TPI Arumbae sekitar 2,1 ton per hari.

“Angka ini meningkat dibandingkan bulan Januari yang hanya berkisar 1,5 ton per hari akibat faktor cuaca yang membuat nelayan tidak melaut,” terangnya ketika dikonfirmasi Siwalima di Balai Kota, Senin (2/3).

Dengan banyaknya jumlah pasokan ikan yang masuk ke TPI, pemerintah berharap mas­ya­rakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan ikan selama bulan puasa.

Selain pasokan dari nelayan, stok ikan yang tersedia di Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang beroperasi di Ambon juga mencapai sekitar 40 ton.

Untuk menjaga stabilitas harga dan menekan potensi inflasi pangan, dinas bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah telah menyiapkan langkah konkret.

Akan ada kegiatan pasar murah yang digelar pada 3–5 Maret dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di empat kecamatan. Masyarakat akan men­dapatkan ikan layang dengan harga ter­jang­­kau sebesar Rp 15.000 per tumpuk.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara TPID, Disperindag, Dinas Pertanian dan Keta­ha­nan Pangan, serta Dinas Perikanan Kota Ambon.

“Langkah ini diharapkan mampu menjaga sta­bilitas harga sekaligus memastikan daya beli mas­yarakat tetap terjaga selama Ramadan,” janjinya.

Ia mengaku, apabila terjadi lonjakan harga ikan di pasar, pihaknya akan melakukan inter­ven­si harga kepada pedagang agar masyarakat tetap dapat membeli ikan dengan harga yang wajar.

Dari sisi distribusi, strategi penguatan paso­kan juga telah disiapkan. Pada 26 Februari 2026, Dinas Perikanan bersama TPID Kota Ambon menggelar pertemuan dengan para pengu­saha UPI serta Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku.

Dalam pertemuan tersebut disepakati para pengusaha UPI akan mencadangkan minimal 10 persen stok mereka untuk pedagang lokal guna memastikan kelancaran pasokan selama Ramadan.

Tak hanya memastikan ketersediaan, aspek ke­amanan pangan juga menjadi perhatian. Melalui koordinasi dengan Balai Karantina Ikan serta Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, telah dilakukan pengujian laboratorium terhadap sampel ikan di Pasar Mardika.

Hasil pengujian bakteri, termasuk parameter Salmonella spp dan Escherichia Coli, menunjukkan hasil negatif atau masih dalam ambang batas aman.

“ikan yang beredar di pasaran dipastikan layak dan aman untuk dikonsumsi masyarakat selama bulan Ramadan.(Mg-1) 

BERITA TERKAIT