SIWALIMA.id > Berita
Tiga Sekolah Rakyat di Maluku Segera Groundbreaking
Online | Senin, 20 April 2026 pukul 17:57 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Pusat dipastikan akan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan tiga sekolah rakyat parmanen pada bulan September mendatang.

Tiga sekolah rakyat tersebut tersebar di Kabupaten Maluku Tengah yang berlokasi di Desa Souhoku, Kabupaten Maluku Barat Daya berlokasi di Desa Klis-Syota dan Provinsi Maluku yang berlokasi di kawasan Halong Atas.

Rencana peletakan batu pertama tiga sekolah rakyat ini, disampaikan Asisten Pemerintah dan Kesra Sekda Maluku Faradila Atamimi kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (20/4).

Faradila mengungkapkan, salah satu keuntungan bagi Maluku dalam kaitan dengan realisasi PSN Sekolah Rakyat yakni, karena telah berdiri sekolah rakyat rintisan yang berlokasi di Hiti-Hiti Hala-Hala sehingga mendapatkan perhatian khusus pemerintah pusat.

“Permasalahan yang kita hadapi dan semua provinsi itu terkait dengan efisiensi anggaran yang berdampak pada penataan lahan 8 hektar di Desa Halong Atas untuk menjadi lokasi pembangunan sekolah rakyat," ungkap Faradila.

Pemprov kata Faradila, terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial berkaitan dengan kendala anggaran untuk penataan lahan dan telah dipastikan akan dibantu Kementerian PUPR untuk pemetaan lahan seluas 3.3 hektar dari total 8 hektar yang disediakan pemprov.

Menurutnya, Dinas Sosial sementara berkoordinasi dengan UPT Kementerian PUPR di Maluku agar segera turun ke lokasi untuk melaksanakan pemetaan lahan yang diperuntukkan untuk pembangunan gedung sekolah rakyat.

"Soal teknis sementara dikoordinasikan dan groundbreaking akan dilakukan pada pertengahan bulan September untuk sekolah rakyat di MBD, Maluku Tengah dan provinsi di Halong Atas,” jelas Faradila.

Terkait penerimaan siswa baru, Faradila mengaku, karena sebelumnya pemprov masih terkendala soal anggaran penataan lahan telah menyebabkan sampai saat ini memang belum ada penerimaan murid baru untuk sekolahnya, tetapi akan diusahakan dalam waktu dekat sudah ada penerimaan.

“Kita sudah berkoordinasi dengan BPS karena penerimaan murid baru tidak terbuka seperti biasa tetapi benar-benar BPS yang akan menentukan calon siswa-siswi yang masuk dalam desil 1-5 yang akan didaftarkan di sekolah tersebut,” ucap Faradila.(S-20)

BERITA TERKAIT