SIWALIMA.id > Berita
Tiga Terduga Pelaku Pembunuhan di Malra Ditangkap
Online | Rabu, 22 April 2026 pukul 15:48 WIT

AMBON, Siwalima.id – Polsek Kei Besar, berhasil mengungkap kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia di Kabupaten Maluku Tenggara.

Tiga orang terduga pelaku juga berhasil diamankan dalam waktu kurang dari satu hari setelah kejadian.

“Korban diketahui bernama Deizen Berty Lutur (29), yang ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia dengan luka tusukan di bagian leher kiri,” beber Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Rabu (22/4).

Peristiwa tersebut kata Kombes Rositah, terjadi pada Selasa (21/4) sekitar pukul 09.30 WIT di ruas Jalan Bukit Indah (Ave Maria), Ohoi Bombay, Kecamatan Kei Besar.

Korban sebelumnya berboncengan dengan saksi Imanuel Lutur menggunakan sepeda motor menuju Polsek Elat. Dalam perjalanan, keduanya berpapasan dengan tiga orang terduga pelaku, yakni Ipus Rahakbauw, Thomas Ohoiwirin, dan Beni Babaubun.

Ketiganya kemudian diduga berbalik arah dan mengikuti korban dengan maksud melakukan pemalakan. Situasi memanas, ketika salah satu pelaku mencoba menyerang salah satu saksi menggunakan gunting, namun berhasil dihindari.

Korban kemudian turun dari kendaraan, sementara saksi melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Dari jarak sekitar 15 meter, saksi melihat korban dikeroyok oleh para pelaku sebelum korban melarikan diri ke arah hutan.

“Sekitar pukul 10.00 WIT, korban ditemukan warga dalam kondisi tidak bernyawa. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, antara lain sepasang sandal, kacamata dan sebilah gunting yang diduga digunakan dalam aksi tersebut,” tulis Kombes Rositah.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Pratama Elat untuk keperluan visum. Dalam penanganan cepat, Polsek Kei Besar berhasil mengamankan ketiga terduga pelaku di tiga lokasi berbeda. 

Penangkapan dilakukan secara bertahap sejak pukul 12.30 hingga 15.00 WIT di sejumlah desa, sebelum dibawa ke Polres Malra untuk proses hukum lebih lanjut.

Di hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIT, juga terjadi insiden lanjutan berupa pembakaran dan pengrusakan enam unit rumah warga di Ohoi Fako. Sejumlah kendaraan dan peralatan rumah tangga turut menjadi sasaran. 

Peristiwa ini diduga dipicu emosi massa pasca kejadian utama. Namun situasi keamanan di wilayah tersebut telah terkendali.

“Kami pastikan aparat kepolisian telah bertindak cepat dan terukur. Para terduga pelaku sudah diamankan dan kondisi di Malra saat ini aman serta kondusif. Kami menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi,” himbau Kombes Rositah.

Hingga saat ini kata Kombes Rositah, polisi masih terus mendalami motif kejadian serta kemungkinan keterlibatan pihak lain, sekaligus mengantisipasi potensi konflik lanjutan ditengah masyarakat.(S-25)

BERITA TERKAIT