PEMERINTAH Kota Ambon berencana membangun fasilitas dermaga baru yang diberi nama “Dermaga Beta Ambon” guna meningkatkan pelayanan transportasi laut sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, mengungkapkan pembangunan dermaga tersebut akan melibatkan pihak ketiga sebagai mitra pemerintah.
“Ada pihak ketiga yang ingin membantu Pemerintah Kota untuk membangun dermaga di Ambon. Kalau ini terwujud, kita beri nama Dermaga Beta Ambon,” ujar Wattimena, kepada Siwalima, di Ambon, Sabtu (11/4).
Menurutnya, dermaga tersebut nantinya akan difungsikan sebagai tempat sandar kapal cepat dan feri, sehingga dapat menjadi salah satu sumber pemasukan daerah.
“Kita akan manfaatkan untuk sandaran kapal cepat dan feri. Dari situ ada pemasukan, misalnya penumpang dikenakan tarif dan juga kendaraan seperti truk. Kalau dihitung setiap hari berapa kapal yang masuk, tentu ini bisa menjadi sumber PAD yang besar,” jelasnya.
Ia menegaskan, konsep pembangunan ini bukan semata karena keterbatasan anggaran pemerintah, melainkan sebagai bentuk kolaborasi dengan pihak ketiga untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis.
“Bukan berarti kita tidak punya uang, tetapi ada pihak ketiga yang siap membangun, lalu kita manfaatkan pelabuhan itu untuk kepentingan daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wattimena menyebut konsep pembangunan dermaga ini akan menjadi bagian dari penataan kawasan pesisir yang lebih luas, khususnya di sepanjang Pantai Batu Merah hingga kawasan Mardika.
“Desainnya akan dibuat secara komprehensif dan terintegrasi, mencakup kawasan pesisir dari Batu Merah sampai Mardika,” ungkapnya.
Ia juga mencontohkan sejumlah daerah lain seperti Batam, Kupang, dan Manado yang telah lebih dulu mengembangkan pelabuhan oleh pemerintah daerah, tidak hanya untuk pelayanan publik tetapi juga sebagai sumber pendapatan.
Dengan rencana ini, Pemerintah Kota Ambon berharap pembangunan dermaga dapat memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan konektivitas transportasi laut serta memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi PAD. (Mg-1)