AMBON, Siwalima.id - Wakil Walikota Ambon, Ely Toisuta menyebut pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas masa depan bangsa.
keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter dan kepedulian sosial.
“Keberhasilan tidak hanya tercermin dari nilai akademik, tetapi juga dari kepribadian yang utuh, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan menjaga nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Toisuta di acara upacara purnawiyata SD dan SMP Kristen Rehoboth di aula Universitas Kristen Indonesia Maluku, Jumat (12/6).
Diakui, purnawiyata menjadi momentum pelepasan peserta didik sekaligus refleksi atas proses pendidikan yang telah dijalani sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Untuk itu ia mengajak seluruh hadirin bersyukur atas penyertaan Tuhan sehingga kegiatan purnawiyata dapat berlangsung dengan baik dan penuh sukacita.
Purnawiyata lanjutnya tidak sekedar seremoni perpisahan, melainkan simbol berakhirnya satu tahapan pendidikan dan awal perjalanan menuju jenjang yang lebih tinggi.
“Kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan gerbang menuju tantangan dan kesempatan yang lebih besar,” pesan Toisuta.
Sekolah Kristen Rehoboth juga telah memberikan kontribusi penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kota Ambon.
Lembaga pendidikan berbasis iman dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, integritas, disiplin, tanggung jawab, serta nilai moral dan spiritual peserta didik.
Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter dan kepedulian sosial.
“Keberhasilan tidak hanya tercermin dari nilai akademik, tetapi juga dari kepribadian yang utuh, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan menjaga nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Kepada para lulusan, ia berpesan agar terus belajar dengan tekun, menjaga integritas, serta menjadikan nilai-nilai yang ditanamkan keluarga, gereja dan sekolah sebagai pedoman dalam menghadapi masa depan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan tenaga pendidik yang telah berperan besar dalam mendampingi proses tumbuh kembang peserta didik.
“Peran guru tidak sekedar mengajar, tetapi juga membentuk karakter generasi penerus bangsa. Karena itu, pengabdian dalam dunia pendidikan merupakan tugas mulia yang memberi dampak besar bagi masa depan masyarakat,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, dirinya menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai kebijakan strategis dan program prioritas pembangunan daerah.
“Kami percaya bahwa pendidikan yang bermutu akan melahirkan generasi yang unggul, berdaya saing dan mampu membawa Ambon menjadi kota yang maju, inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pagelaran Mutiara Manise
Pagelaran seni bertajuk Mutiara Manise yang digelar SD Negeri 2 Ambon juga dihadiri Wakil Walikota Ambon Ely Toisutta.
Wawali Toisuta menegaskan pendidikan berkualitas tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan seluruh potensi peserta didik.
Pagelaran seni merupakan bukti nyata proses pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas, melainkan diwujudkan dalam karya kreatif siswa.
“Berbagai penampilan seperti tari tradisional Maluku, musik daerah, drama musikal kebudayaan, permainan rakyat, hingga pameran karya seni menjadi hasil pembelajaran yang bermakna,” ungkap Toisuta.
Tema “Mutiara Manise” menurutnya memiliki filosofi mendalam yang menggambarkan kekayaan budaya Ambon dan Maluku sebagai warisan yang harus dijaga agar tetap bersinar di tengah perkembangan zaman. “Generasi emas bukan hanya cerdas secara intelektual dan teknologi, tetapi juga harus memahami akar budayanya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini, seperti pergaulan tidak sehat, penyalahgunaan media sosial, perudungan (bullying), hingga kenakalan remaja. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam mendampingi anak. (S-30)