AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena berharap SD Inpres 21 Ambon terus berinovasi, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital.
Pada HUT ke-50 SD Inpres 21 Ambon, mantan sekwan Maluku mengaku usia setengah abad bukanlah waktu yang singkat. Sejak berdiri tahun 1976, sekolah ini menjadi rumah bagi ribuan siswa dalam meraih ilmu pengetahuan, mengembangkan potensi, membentuk karakter.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada para pendiri, mantan kepala sekolah, serta para guru senior yang telah berkontribusi dalam membangun fondasi pendidikan.
“Mereka adalah pelita yang terus menyala hingga hari ini dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa,” tambahnya.
Usia 50 tahun lanjutnya menjadi simbol kedewasaan sekaligus momentum refleksi dan proyeksi ke depan. Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya dampak negatif perkembangan teknologi yang perlu diantisipasi bersama.
“Saat ini terdapat ancaman radikalisme yang dapat menyasar anak-anak melalui berbagai media, termasuk permainan digital. Hal ini membutuhkan pengawasan serius dari orang tua dan pihak sekolah,” pintanya.
Di akhir sambutan, walikota mengajak seluruh elemen sekolah menjadikan momentum HUT sebagai pemacu semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Marilah kita jadikan perayaan ini sebagai titik tolak untuk menjadikan SD Inpres 21 semakin berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing, baik di tingkat kota, provinsi, nasional, hingga internasional,” harapnya.
Sementara itu, Kepala SD Inpres 21 Ambon, Antomina R. Birahy mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang sekolah yang telah mencapai usia 50 tahun.
“Lima puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Sekolah ini telah melewati berbagai tantangan dan perubahan, serta menjadi tempat lahirnya ratusan mimpi anak-anak,” ungkapnya.(Mg-1)