AMBON, Siwalima.id - Sebanyak 266.500 kepala keluarga di Maluku akan menerima bantuan pangan dari pemerintah berupa beras dan minyak goreng.
Kepastian penyaluran bantuan pangan dari pemerintah ini diungkapkan, Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara, Mara Kamin Siregar saat rapat dengan Pemprov Maluku di lantai II Kantor Gubernur, Kamis (26/3).
Siregar menjelaskan, bantuan pangan yang akan disalurkan ini merupakan program pemerintah untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin atau rawan pangan, sekaligus dalam menstabilkan harga dan menurunkan inflasi.
“Dalam waktu dekat ini Bulog akan salurkan bantuan pangan untuk alokasi bulan Februari dan Maret. Sebenarnya direncanakan pada Maret ini, tetapi karena minyak goreng baru masuk pada 29 Maret, maka penyaluran mengalami keterlambatan,” ungkap Siregar.
Mekanisme penyaluran bantuan pangan alokasi Februari dan Maret, lanjut Siregar masih sama dengan yang dilakukan untuk alokasi Oktober dan November yakni beras 10 kilogram per bulan dan minyak goreng dua liter per bulan.
Sementara dari sisi jumlah penerima bantuan pangan mengalami peningkatan di tahun 2026, dimana penyaluran alokasi Oktober dan November jumlah penerima sebanyak 123.522 Kepala Keluarga namun untuk tahun 2026 meningkat menjadi 266.500 kepala keluarga.
“Untuk alokasi Februari dan Maret cukup mengalami penambahan terhadap PBP, dimana alokasi ini jumlah PBB di Maluku 266.500 kepala keluarga yang tersebar di 11 Kabupaten dan Kota,” ucap Siregar.
Untuk penyaluran bantuan pangan alokasi Februari dan Maret ini, Bulog sambung Siregar, telah menyiapkan stok beras sebanyak 5.330 ton sedangkan minyak goreng yang disiapkan sebanyak 1.066 ton liter.
“Soal waktu penyaluran awal April sudah kita lakukan kepada masyarakat yang berhak menerima,” tandasnya.(S-20)