AMBON, Siwalima.id - Alih fungsi lahan di kawasan perbukitan menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor di sejumlah titik di kota ambon beberapa waktu lalu.
Selain itu juga kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan juga jadi pemicu terjadinya banjir dan tanah longsor.
Pelaksana Tugas Kalaksa BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan mengaku penyebab utama bencana longsor di wilayah kerjanya didominasi oleh alih fungsi lahan serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.
“Banyak kawasan perbukitan yang seharusnya tidak diperuntukkan sebagai permukiman kini telah beralih fungsi menjadi area hunian. Sebagian besar longsor terjadi karena pengalihan fungsi lahan,” ungkapnya ketika dikonfirmasi Siwalima, Sabtu (2/5).
Tatipikalawan menyebut, masyarakat membangun di daerah perbukitan yang cukup terjal, padahal kawasan tersebut bukan untuk permukiman
Selain itu pembangunan yang dilakukan masyarakat tanpa memperhatikan kondisi geografis turut memperparah risiko bencana. Salah satu dampak yang paling signifikan adalah terganggunya jalur alami aliran air.
“Banyak bangunan berdiri di jalur air. Ini menyebabkan aliran air tertutup dan akhirnya memicu longsor,” jelasnya.
Selain itu, faktor sampah juga menjadi penyebab yang tidak kalah penting. Ia mengungkapkan bahwa material longsoran kerap kali didominasi oleh sampah yang menyumbat drainase maupun jalur air.
“Material longsoran itu sebagian besar adalah sampah. Ini menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan masih sangat kurang,” tambahnya.
Untuk itu pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan bencana.
Ia juga mengimbau warga agar memperhatikan aspek mitigasi bencana, baik secara struktural maupun non struktural.
“Kalau memang sudah terlanjur tinggal di daerah tersebut, masyarakat harus lebih waspada dan memperhatikan mitigasi bencana, serta menjaga kondisi lingkungan sekitar,” tegasnya.
Diharapkan kedepan, masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan lahan serta tidak mengabaikan faktor keselamatan demi mengurangi risiko terjadinya bencana longsor di Kota Ambon. (Mg-1)