AMBON, Siwalima.id - Jamaah Calon Haji asal Ambon terbanyak dibandingkan dengan kota kabupaten lain di Maluku
yang akan diberangkatkan ke tanah suci di bulan Mei nanti.
JCH asal Kota Ambon sebanyak 432 orang, disusul Kota Tual 36 orang, Maluku Tengah 31 orang, SBT 28 orang, SBB 23 orang, Buru 19 orang, Bursel 6 orang, Aru 5 orang, Malra 3 orang dan Kepulauan Tanimbar 2 orang.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Maluku, Kasrul Selang menjelaskan persiapan keberangkatan 587 JCH telah tuntas dan siap diberangkatkan.
“Kesiapan mulai dari administrasi, proses keberangkatan telah selesai dikoordinasikan dan akan dilanjutkan dengan simulasi jelang kedatangan jemaah di asrama haji Waiheru, kata kasrul kepada Siwalima di ruang kerjanya, Rabu (29/4).
Dirinya menjelaskan untuk koper dari setiap jemaah sudah dikondisikan semua dan tidak ada masalah.
Selain itu dari 11 kabupaten dan kota, hanya Maluku barat daya yang tidak memiliki perwakilan JCH ke tanah suci.
Kuota haji jelasnya, telah ditetapkan oleh Kementerian Haji dan Umroh dan PPIH Maluku hanya memfasilitasi keberangkatan dan kepulangan.
Untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar, ia mengaku Pemprov Maluku mengalokasikan Rp 7,7 miliar yang diperuntukkan untuk carter pesawat dan operasional lainnya.
Terkait dengan uang saku, ia menjelaskan, PPIH Maluku tidak lagi memberikan cost of living atau biaya hidup, karena telah diberikan oleh PPIH pusat sebesar 1.500 rial untuk keperluan selama menunaikan ibadah.
“Kita tidak kasih lagi biaya hidup atau uang saku, karena sudah diberikan PPIH pusat, mungkin ada satu pemda kabupaten dan kota,” terangnya.
Ia memastikan proses keberangkatan JCH asal Maluku berlangsung pada 7 Mei mendatang dan terbagi dalam dua kloter yakni 24 (394 orang) dan kloter 26 (194 orang).
“Kloter 24 dan 26 akan berangkat dari Makassar ke Mekah pada 8 Mei dengan waktu yang berbeda sesuai pengaturan PPIH, maskapai dan juga petugas haji di Bandara Makassar,” ungkapnya.
Ditambahkan, pelaksanaan ibadah haji 2026 berbeda dengan tahun sebelumnya, sebab Pemerintah Arab Saudi menerapkan Makkah Route atau rute Makkah yang memungkinkan JCH menyelesaikan seluruh prosedur keimigrasian, termasuk pemeriksaan paspor dan kesehatan, di bandara keberangkatan asal.
Untuk pemeriksaan kesehatan, ia meminta petugas haji kabupaten dan kota memperhatikan pemberian vaksin kepada JCH yakni vaksin meningitis meningokokus, vaksin polio (IPV) dan vaksin Covid-19.
“Kami berharap pendamping secara maksimal mendampingi Jemaah termasuk memastikan barang bawaan sesuai aturan penerbangan. Prinsipnya kita akan memberikan kenyamanan bagi jemaah haji ditengah efisiensi anggaran,” katanya. (S-20)