SIWALIMA.id > Berita
Angkut 35 Ton Minyak Tanah, KM Sarana Perkasa Terbakar
Daerah | Jumat, 17 Oktober 2025 pukul 23:16 WIT

AMBON, Siwalimanews – KM Sarana Perkasa yang mengangkut 35 ton BBM jenis minyak tanah, terba­kar di Perairan Pulau Gu­nung Api Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (16/10).

Peristiwa yang menimpa kapal naas itu terjadi yang ditumpangi 8 ABK tersebut, diketahui mengangkut ba­han bakar minya jenis minyak tanah sebanyak 35 ton. Peristiwa tersebut ter­jadi saat kapal yang bertolak dari Kota Masohi tersebut, kandas akibat alami kebocoran, tepat di Perairan Pulau Gunung Api Banda Neira.

Mengingat muatan BBM yang cukup banyak, maka 8 ABK kapal ini berinisiatif untuk memindahkan BBM ke kapal nelayan.

Namun naas, dalam proses pemindahan 35 ton minyak tanah itu, terjadi percikan api yang menyebabkan kebakaran.

“Kapal awalnya mengalami kandas dan kebocoran di Perairan Pulau Gunung Api Banda Neira, selanjutnya para ABK melakukan proses pemindahan BBM ke kapal nelayan menggunakan mesin alkon, namun dalam proses pe­min­dahan muatan, selang alkon terputus, sehingga menyebabkan per­cikan api dan memicu terjadinya kebakaran kapal,” jelas Kasi Opersai Basarnas Ambon Andry Azwan Henaulu dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, usai proses penyelamatan ABK kapal naas tersebut.

Mengetahui, adanya kebakaran kapal, Basarnas mengerahkan tim SAR gabungan yang melibatkan Tim Rescue Pos SAR Banda, Personel Pos Polairud Banda, Polsek Banda, Personel TNI AL Pos Banda, serta Koramil Banda untuk menuju lokasi kejadian di Perairan Pulau Gunung Api Banda.

Tiba di lokasi, tim SAR gabungan yang dikerhakan ini, berhasil mengevakuasi seluruh korban yang adalah ABK kapal naas itu, dalam keadaan selamat ke Pulau Banda Neira dan Pulau Hatta.

“Proses evakuasi berjalan lancar dimana seluruh korban berhasil diamankan dengan selamat ke Pulau Hatta dan Pulau Neira,” jelas Andry.

Kedelapan ABK KM Sarana Per­kasa yang berhasil dievakuasi dengan selamat masing-masing, La Sa­mu (60), La Minggu (70), Saidin (25), Hariandi (46), Haji Usman (61), Hendrik (45), Aher (60) serta satu lagi belum diketahui identitasnya. (S-10)

BERITA TERKAIT