AMBON, Siwalima.id - Lonjakan arus mudik di Pelabuhan Hunimua, Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah maupun di Pelabuhan Waipirit, Kabupaten Seram Bagian Barat mulai terlihat padat.
Pantauan Siwalima di kedua pelabuhan, telihat masyarakat baik pejalan kaki maupun kendaraan roda dua dan roda empat memenuhi area Pelabuhan Hunimua, begitupun Pelabuhan Waipirit.
Antrian paling panjang ada pada antrian kendaraan bermotor serta penumpang yang melakukan penyeberangan tanpa kendaraan. Sementara antrian kendaraan roda empat masih terpantau normal.
Pantauan tersebut diperkuat dengan data yang berhasil dihimpun dari kedua pelabuhan, yang menunjukan adanya peningkatan sejak H-7 Hari Raya Natal atau tepatnya, Kamis (18/12) hingga Sabtu (20/12).
Grafik arus pengguna pelabuhan Waipirit pada Kamis (19/12) menjukan peningkatan sebesar 36 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Presentase tersebut terdiri dari pejalan kaki dengan jumlah penumpang sebanyak 820 orang, kendaraan Roda 2 sebanyak 477 kendaraan, Roda 4, 162 kendaraan , Kendaraan logistik 76 dan Bus sebanyak 18 .
Peningkatan pengguna moda laut di pelabuhan Waipirit juga terlihat di H-6 atau Jumat (19/12) dengan presentase sebesar 21 persen, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dan di H-5 atau Sabtu (20/12) peningkatan juga terjadi diangka 4 persen dari tahun sebelumnya.
“Beberapa hari ini, memang terpantau ramai dibandingkan dengan hari hari normal sebelum hari raya, namun belum terpantau padat, “ jelas salah satu petugas ASDP Denny Luhukay kepada Siwalima, Minggu (21/12).
Untuk mengatasi lonjakan penumpang pada puncak arus mudik atau H-2 nanti, baik ASDP maupun PD Panca Karya menyediakan 6 armada untuk melayani masyarakat.
6 armada tersebut masing masing 2 armada milik Panca karya yakni KMP Badaleon dan KMP Sardinela serta 4 armada milik ASDP yakni KMP Terubuk, Inalika , Rokatenda dan KMP Erana.
“Jadi total armada yang ada itu 6 , yang beroperasi itu ada 5 dengan sistem roling, sedangkan 1 armada standby untuk keadaan tertentu, “ungkapnya.(S-10)