SIWALIMA.id > Berita
Awal 2026, Dinkes Ambon Catat 62 Kasus HIV
Daerah | Jumat, 6 Maret 2026 pukul 14:50 WIT

AMBON, Siwalima - Dinas Kesehatan Kota Ambon mencatat sebanyak 62 kasus HIV selama periode Januari hingga Februari 2026.

Rinciannya, pada Januari terdapat 52 kasus, sementara Februari ter­catat 10 kasus. Data tersebut meru­pakan laporan resmi yang dihimpun dari fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Ambon.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Johan Stefanus Norimarna, kepada Siwalima, di Kantor Balai Kota Ambon, Kamis (5/3), mem­benar­kan angka tersebut. Ia menje­laskan, seluruh kasus yang tercatat telah melalui prosedur pemeriksaan dan pelaporan sesuai standar yang berlaku.

“Untuk Januari ada 52 kasus dan Februari 10 kasus, sehingga total dua bulan terakhir ini sebanyak 62 kasus. Itu adalah kasus yang terdata di Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Meski pada awal tahun ini masih ditemukan puluhan kasus, Norimar­na menegaskan, secara keseluruhan trend kasus HIV di Kota Ambon dalam beberapa tahun terakhir menun­jukkan kecenderungan menurun.

Berdasarkan data sejak tahun 2023 hingga akhir Desember 2025, jumlah kasus teridentifikasi meng­alami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Menurutnya, penurunan tersebut merupakan hasil dari upaya ber­kelanjutan pemerintah daerah ber­sama berbagai pihak. Program edukasi dan sosialisasi pencegahan HIV terus digencarkan melalui fasi­litas kesehatan, sekolah, komunitas, serta kelompok masyarakat lainnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan aktif mendorong pemeriksaan atau skri­ning dini bagi masyarakat yang me­miliki faktor risiko. Dengan deteksi lebih awal, pasien dapat segera memperoleh terapi anti retroviral (ARV) sehingga kualitas hidup tetap terjaga dan risiko penularan dapat ditekan secara signifikan.

“Kami terus mendorong mas­-yara­kat untuk tidak takut melaku­kan pemeriksaan. Semakin cepat dike­tahui, semakin cepat pula penanga­nannya. Pengobatan HIV saat ini sudah tersedia dan dapat diakses di fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Kota Ambon juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta komu­nitas peduli HIV/AIDS. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjangkau kelompok rentan, melakukan pen­dampingan kepada orang dengan HIV (ODHIV), hingga memberikan edukasi langsung di lapangan.

Peran LSM dan komunitas ter­sebut, lanjut Norimarna, mem­-bantu pemerintah membangun kesadaran masyarakat, mengu­rangi stigma, serta memastikan ODHIV tetap konsisten menjalani pengobatan. Pendekatan berbasis komunitas dinilai lebih efektif karena dilakukan secara persuasif dan berkelanjutan.

Norimarna juga menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap ODHIV. 

Menurutnya, stigma dan diskri­minasi kerap menjadi hambatan utama dalam upaya penanggulangan HIV karena membuat orang enggan memeriksakan diri atau menjalani pengobatan secara terbuka dan konsisten.

“Kita harus melihat ini sebagai persoalan kesehatan yang perlu ditangani bersama, bukan untuk dijauhi atau didiskriminasi. Duku­ngan keluarga dan lingkungan sangat penting agar pasien bisa disiplin menjalani pengobatan,” tegasnya.

Kedepan, Dinas Kesehatan Kota Ambon akan terus memper­kuat kolaborasi dengan rumah sakit, puskesmas, labora­torium, serta organisasi dan komunitas peduli HIV/AIDS guna memastikan program pencegahan dan peng­endalian berjalan optimal sepan­jang tahun 2026. Upaya tersebut diharapkan mampu menekan angka kasus baru sekaligus meningkatkan kualitas hidup ODHIV di Kota Ambon.(Mg-1)

BERITA TERKAIT