AMBON, Siwalima.id - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon berhasil menyelamatkan 200 orang korban. 15 orang dinyatakan meninggal dan 16 hilang selama di tahun 2025.
Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah dalam keterangan persnya di atas KM Bharata 242, Selasa (16/12) menjelaskan dari total operasi SAR, kecelakaan mendominasi dengan total 57 kejadian.
“Dari 72 operasi SAR kita lakukan, kecelakaan yang paling dominasi yakni kecelakaan kapal dengan jumlah 57 kejadian, kondisi membahayakan manusia sebanyak 14 kejadian dengan 28 korban dan satu operasi SAR bencana dengan 2 korban, “ urai Arafah.
Tak hanya paparkan pelaksanaan operasi periode Januari hingga 16 Desember 2025 saja. Ia Arafah juga menyampaikan evaluasi Operasi SAR khusus Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Dalam operasi khusus tersebut, 3 kejadian kecelakaan laut. Dua insiden kapal nelayan hilang kontak. “Long boat nelayan hilang kontak di perairan Pasahari, Kabupaten Seram Bagian Timur pada 26 Desember 2024 dan longboat hilang kontak di perairan Nusalaut pada 31 Desember. Di dua kejadian ini terdapat 3 orang korban yang seluruhnya berhasil diselamatkan,” jelasnya.
Selanjutnya, peristiwa speedboat tenggelam di perairan tanjung Samala antara Pulau Manipa dan Pulau Kelang Kabupaten SBB pada 3 Januari 2025 dengan jumlah korban 31 orang. 23 orang selamat dan 8 korban meninggal.
Arafah menghimbau masyarakat untuk waspada, saat menghadapi cuaca buruk yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. “Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi aktif menjaga keselamatan dan segera melapor apabila terjadi musibah melalui call center Basarnas,” ajaknya. (S-10)