SIWALIMA.id > Berita
Bentrok Antar Warga di Tual Mulai Reda
Daerah | Kamis, 26 Februari 2026 pukul 11:11 WIT

AMBON, Siwalima.id - Bentrokan antar warga Desa Fiditan Lama dan Fiditan Baru di Kota Tual, kini mulai reda sehingga situasi di lokasi bentrokan mulai berangsur-angsur kondusif.

Kapolres Tual AKBP, Whansi Des Asmoro menegaskan, luka yang dialaminya tidak akan mengurangi komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Aparat hadir untuk melindungi, melerai dan memastikan konflik tidak berkembang menjadi kekerasan yang lebih luas,” tandas kapolres.

Sebagai langkah lanjutan kata kapolres, aparat keamanan bersama unsur TNI, pemerintah desa, dan perwakilan masyarakat berencana menggelar pertemuan dialog guna meredakan ketega­-ngan serta membangun kesepa­haman bersama. “Hingga kini, situasi di wilayah Fiditan telah berangsur kondusif,” tulis kapol­-res dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Rabu (25/2). 

Walaupun demikian kata kapolres, masyarakat tetap dihimbau untuk menahan diri dan tidak terprovokasi isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan demi menjaga stabilitas keamanan di Kota Tual.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi menjelaskan, peristiwa bentrokan ini terjadi pada, Selasa (24/2) sekitar pukul 16.59 WIT saat terjadi aksi saling serang antar kedua kelompok.

“Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polres Tual segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan himbauan kepada massa agar menghenti­kan tindakan kekerasan serta kembali ke lingkungan masing-masing,” jelas Kombes Rositah dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Rabu (25/2).

Untuk melerai bentrokan itu kata Kombes Rositah, Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro turun langsung memimpin pengamanan di lapangan. Namun, saat berupaya menenangkan situasi, ia justru terkena anak panah pada kaki kiri.

Selain kapolres, seorang warga Fiditan Kampung Baru berusia 19 tahun, juga dilaporkan mengalami luka di bagian kaki dalam insiden tersebut. Keduanya telah dievakuasi ke RSU Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan perawatan medis.

“Hingga kini, kondisi kedua korban ini termasuk kapolres dilaporkan masih sadar dan dalam keadaan stabil,” tulis Kombes Rositah.

Untuk mencegah bentrokan susulan kata Kombes Rositah, aparat tambahan dari Batalyon C Pelopor Satuan Brimob, dikerahkan memperkuat pengamanan. Personel ditempatkan secara proporsional di masing-masing wilayah, guna menjaga situasi tetap kondusif.

Sekitar pukul 18.10 WIT, massa dari kedua kelompok dilaporkan mulai membubarkan diri dan kembali ke lingkungan masing-masing. Walaupun demikian, aparat keamanan tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan provokasi lanjutan.

Kapolres Kena Panah

Sebelumnya diberitakan Bentrokan antar warga kembali terjadi di Desa Fidatan Lama dan Desa Fidatan Baru, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Selasa (24/2) sore.

Sebelumnya bentrok yang sama juga pernah terjadi pada 17 Desember 2025 lalu.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIT ketika aparat kepolisian berusaha membubarkan massa yang terlibat aksi saling serang.

Berdasarkan data dan video yang diterima Siwalima menyebutkan, dalam insiden tersebut, Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro terkena panah di bagian kaki kiri.

Kapolres yang berada di lokasi untuk memimpin langsung pengamanan terkena panah saat mencoba meredam bentrok.

Peristiwa bentrok ini merupa­kan  susulan dari bentrok sebelumnya yang terjadi  Minggu, (22/2) pekan kemarin. Aksi saling serang berlanjut hingga Selasa sore.

PS Kasubsi Bid Humas Polres Tual, Ipda Husinjaya Korwaka yang dikonfirmasi Siwalima via telepon selulernya,  menjelaskan, hingga malam ini, kondisi sudah kondusif dan aparat keamanan masih bersiaga di sejumlah titik.

“Situasi sudah kondusif, Polres Tual diperbantukan oleh anggota dari Brimob dari  Kompi C dengan anggota TNI dari Kodim,”katanya.

Terkait kondisi Kapolres, sementara berada di rumah sakit. “Sementara di rumah sakit, panahnya belum bisa dicabut, jadi menunggu untuk operasi,” ujarnya.(S-25)

BERITA TERKAIT