SIWALIMA.id > Berita
BMKG: Waspada Potensi Kebakaran Hutan
Daerah , Headline | Rabu, 30 Juli 2025 pukul 23:25 WIT

AMBON, Siwalimanews – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BM­KG) Kelas II Patti­mura Ambon, me­ngeluarkan peringatan dini po­tensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Maluku.

Kepala BMKG Sta­siun Pattimura Ambon Kemari menjelaskan, pringatan dini ter­sebut dike­luar­kan berdasarkan analisis sistem peringatan Kar­hutla, untuk itu masyarakat diminta untuk melihat perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan terkini, guna menentukan potensi karhutla.

“Disarankan untuk berkoodinasi dengan kementerian/lembaga, dinas dan lembaga terkait di daerah masing-masing untuk pemanfaatan lebih lanjut dari data/informasi yang disediakan,” tulis Kemari dalam rilisnya yang diteri­ma Siwalima, Selasa (29/7).

Ia menjelaskan, berdasarkan Fine Fuel Moisture Code menunjukkan, tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran, ditinjau dari parameter cuaca pada bahan-bahan ringan mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah.

Mewakili tingkat kekeringan bahan-bahan ringan mudah terbakar (seperti humus permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang, dan bahan ringan lain) yang biasanya menutupi lantai hutan pada kedalaman 1-2 cm.

“Secara umum, tingkat kemu­dahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate). Namun, pada sebagian wilayah Kabupaten SBB, Maluku Tengah. SBT, Buru, Aru dan Kepulauan Tanimbar berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High),” tulis Kamari.

Selina itu, Duff Moisture Code menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan organik di lapisan mene­ngah permukaan tanah dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah.

Mewakili tingkat kekeringan lapisan tanah organik atau bahan kurang padat lain pada kedalaman 5-10 cm dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah.

Secara umum, tingkat kemuda­han terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Ma­luku berada pada kategori arman (Low) dan tidak mudah (Moderate). Namun, pada wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan MBD berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High).

“Initial Spread Index, menunjuk­kan tingkat kemudahan penyeba­ran api jika terjadi kebakaran hutan. Nilai ISI meningkat secara ekspo­nensial terhadap kecepatan angin. Nilai ISI menjadi 2x lipat setiap kenaikan kecepatan angin sebesar 13km/jam (3.6 m/s). Sangat baik menggambarkan kemudahan penyebaran di area padang rumput atau alang-alang, dimana penyebaran api yang sangat cepat akibat kecepatan angin yang tinggi dapat membentuk pola kepala api (head fire),”  jelas Kamari.

Secara umum kata Kamari, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori rendah (Low) dan sedang (Moderate). Namun, pada seba­gian wilayah Kabupaten Buru, SBB, SBT dan MBD berada pada kategori tinggi (High) hingga sangat mudah (Very High).

Fire Weather Index (FWI) juga menunjukkan, besarnya intensitas api jika terjadi kebakaran sangat dipengaruhi nilai ISI dan BUI. Secara umum, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori rendah (Low) dan sedang (Moderate).

“Namun, pada wilayah Kabu­paten MBD berada pada kategori tinggi (High) hingga sangat mudah (Very High),” beber Kaamri.(S-27)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps