SIWALIMA.id > Berita
BPBD Minta Warga Pangkas Pohon Rawan
Daerah | Jumat, 19 Juni 2026 pukul 14:11 WIT

AMBON, Siwalima.id - Guna mengantisipasi cuaca eks­trem, Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah meminta warga Kota Ambon aktif menebang pohon  yang dianggap rawan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, men­jelaskan data dari BMKG, fase La Nina yang terjadi sebelumnya telah berakhir sejak Maret lalu.

Namun, peralihan menuju fase El Nino tetap berpotensi menimbulkan cuaca yang tidak menentu.

“Dampaknya memang cukup signifikan terhadap kondisi cuaca. Sejak Maret hingga saat ini kita sudah memasuki fase El Nino,” kata Tatipikalawan kepada Siwalima di Balai Kota, Kamis (18/6).

Ia menjelaskan, pada masa transisi antara La Nina dan El Nino, hujan ma­sih dapat terjadi meskipun durasi­nya tidak sepanjang sebelumnya.

Sebaliknya, periode cuaca panas cenderung berlangsung lebih lama. Kondisi tersebut, lanjutnya, sering memicu terjadinya cuaca ekstrem.

Setelah mengalami panas berke­panjangan, wilayah tertentu dapat tiba-tiba diguyur hujan yang disertai angin kencang dan cuaca buruk lainnya.

“Sering terjadi cuaca ekstrem aki­bat panas yang berlangsung cukup lama kemudian tiba-tiba turun hujan. Hujan itu kadang membawa cuaca buruk, seperti angin kencang yang da­pat merobohkan pohon maupun merusak atap rumah warga,” ujar­nya.

Untuk itu, BPBD mengajak mas­yarakat agar turut berperan aktif mengurangi risiko bencana dengan memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Ia meminta warga yang memiliki pohon besar dan sudah berusia tua agar segera melakukan pemang­kasan ranting maupun cabang yang berpotensi membahayakan kesela­matan saat terjadi angin kencang.

“Kami menghimbau masyarakat untuk melihat kondisi lingkungan sekitar. Jika ada pohon yang sudah tinggi dan berpotensi membahayakan, sebaiknya dilakukan pemangkasan,” pintanya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci penting dalam upaya mitigasi bencana, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu di Kota Ambon.

“Kewaspadaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk meminimalkan risiko kerugian maupun korban akibat cuaca ekstrem,” urainya.(S-30)

BERITA TERKAIT