AMBON, Siwalima.id - Guna mengantisipasi cuaca ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah meminta warga Kota Ambon aktif menebang pohon yang dianggap rawan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, menjelaskan data dari BMKG, fase La Nina yang terjadi sebelumnya telah berakhir sejak Maret lalu.
Namun, peralihan menuju fase El Nino tetap berpotensi menimbulkan cuaca yang tidak menentu.
“Dampaknya memang cukup signifikan terhadap kondisi cuaca. Sejak Maret hingga saat ini kita sudah memasuki fase El Nino,” kata Tatipikalawan kepada Siwalima di Balai Kota, Kamis (18/6).
Ia menjelaskan, pada masa transisi antara La Nina dan El Nino, hujan masih dapat terjadi meskipun durasinya tidak sepanjang sebelumnya.
Sebaliknya, periode cuaca panas cenderung berlangsung lebih lama. Kondisi tersebut, lanjutnya, sering memicu terjadinya cuaca ekstrem.
Setelah mengalami panas berkepanjangan, wilayah tertentu dapat tiba-tiba diguyur hujan yang disertai angin kencang dan cuaca buruk lainnya.
“Sering terjadi cuaca ekstrem akibat panas yang berlangsung cukup lama kemudian tiba-tiba turun hujan. Hujan itu kadang membawa cuaca buruk, seperti angin kencang yang dapat merobohkan pohon maupun merusak atap rumah warga,” ujarnya.
Untuk itu, BPBD mengajak masyarakat agar turut berperan aktif mengurangi risiko bencana dengan memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.
Ia meminta warga yang memiliki pohon besar dan sudah berusia tua agar segera melakukan pemangkasan ranting maupun cabang yang berpotensi membahayakan keselamatan saat terjadi angin kencang.
“Kami menghimbau masyarakat untuk melihat kondisi lingkungan sekitar. Jika ada pohon yang sudah tinggi dan berpotensi membahayakan, sebaiknya dilakukan pemangkasan,” pintanya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci penting dalam upaya mitigasi bencana, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu di Kota Ambon.
“Kewaspadaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk meminimalkan risiko kerugian maupun korban akibat cuaca ekstrem,” urainya.(S-30)