AMBON, Siwalima.id - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XX Maluku menggelar festival seni yang diikuti oleh puluhan sanggar yang ada di Kota Ambon.
Kepala Subbagian Umum BPK Wilayah XX Maluku, Stenli R. Loupatty, dalam rilisnya, Jumat (19/12) mengatakan, festival tersebut dirancang sebagai ruang sosial dan wadah ekspresi bagi pelaku seni, sanggar, serta komunitas budaya.
“Festival itu kami desain sebagai ruang sosial bagi sanggar dan komunitas seni, agar mereka dapat berekspresi dan berkontribusi nyata dalam mendorong Ambon sebagai Kota Musik Dunia,” tulisnya dalam rilis.
Menurutnya, peran pemerintah dalam pemajuan kebudayaan tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang membuka ruang kreatif bagi masyarakat.
BPK Wilayah XX Maluku lanjutnya terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten kota.
“Tahun ini kami memulai seluruh rangkaian kegiatan di Kota Ambon dan mengakhirinya juga di Kota Ambon. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung Pemerintah Kota Ambon,” katanya.
Ia menekankan pentingnya pemajuan kebudayaan sebagai ruang damai dan ruang ekspresi, terutama bagi generasi muda Maluku di tengah tantangan modernisasi dan pola hidup yang semakin individualistis.
“Kita tidak boleh meninggalkan kebudayaan lokal, tetapi perlu merevitalisasinya dengan pendekatan yang selaras dengan perkembangan zaman. Karena itu, konsep festival ini kami kemas lebih modern, namun tetap mencerminkan identitas budaya Maluku,” ujarnya.
Terkait keberlanjutan kegiatan, Loupatty menyebut Festival Budaya Daerah Maluku diupayakan menjadi agenda tahunan.
“Untuk tahun 2025 kami tetap optimistis karena sejumlah agenda sudah direncanakan, dan salah satunya akan dipusatkan di Kota Ambon,” katanya.(S-25)