SIWALIMA.id > Berita
Dewan Kecam Ada Belatung di MBG Seri
Daerah , Headline | Senin, 28 Juli 2025 pukul 23:06 WIT

AMBON, Siwalimanews – Komisi II DPRD Kota Ambon me­ngecam temuan belatung pada sajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada SD Kristen Seri.

Pasalnya, penemuan belatung pada sajian me­nu M­BG di SD Kris­ten Seri disa­yangkan terjadi, sehingga tepat jika pihak kepolisian menyelidiki kasus tersebut.

“Terkait temuan belatung atau ulat di MBG di sekolah di seri itu, kami  dukung apa yang pak wali sampaikan untuk menempuh jalur hukum dari peristiwa tersebut, dan memang kami menyayangkan hal itu bisa terjadi, tidak tahu ada kelalaian dimana,” jelas Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Dessy Hallauw kepada wartawan di Ambon, Jumat (25/7).

Guna menelusuri temuan bela­tung dimaksud, maka Komisi II DPRD Kota Ambon akan  turun langsung ke SD Kristen Seri.

“Untuk menelusuri persoalan tersebut bisa terjadi, Komisi II mengagendakan untuk on the spot ke SD Negeri Kristen Seri.

“Peristiwa ini jadi perbincangan Kami di komisi, dan untuk melihat langsung permasalahan seperti apa. Kami akan ke pihak sekolah dan dapurnya dulu,”ungkap Hallauw.

Ada Belatung

Seperti diberitakan sebelumnya, SD Kristen Seri, Kecamatan Nusa­niwe, Kota Ambon dihebohkan dengan temuan belatung dalam sajian Makan Bergizi Gratis (MBG)

Belatung ditemukan pada salah satu ompreng makanan yang dibagikan di SD Kristen Seri pukul 12.00 WIT.

Mirisnya itu terjadi selama dua hari sejak Selasa (22/7) dan Rabu (23/7) yakni pada menu ikan dan telur dalam salah satu opreng MBG.

MBG untuk SD Kristen Seri ini dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seri.

Temuan ini viral diungkapkan oleh salah satu akun Facebook ber­nama @Meogamz Tuhumury. Yang mana dalam postingan video pendeknya itu, ia mengungkapkan bahwa ada belatung dalam paket makanan bergizi yang dikonsumsi oleh anak dan keponakannya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Fredy Tasso yang dikon­firmasi Siwalima melalui telepon selulernya, Kamis (25/7) membe­narkan temuan tersebut.

Kata Kadis,  pihaknya telah ber­koordinasi dengan Satuan Pela­yanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Maluku untuk memantau pembe­rian Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah.

Koordinasi tersebut dilakukan lantaran ada temuan belatung pada satu ompreng dalam MBG yang akan dikonsumsi oleh siswa di SD Kristen Seri.

Katanya, respon dari SPPG Ma­luku sendiri berupa permohonan maaf dan melakukan evaluasi serta berjanji akan lebih teliti lagi dalam menyiapkan MBG bagi siswa.

“Sekolah merupakan bagian dari Dinas Pendidikan sehingga dalam hal ini yang menjadi korban ialah kami. Saya sudah koordinasi lang­sung dengan pihak SPPG Maluku dan mereka meminta maaf atas kejadian itu,  kemudian mereka akan lakukan evaluasi dan berjanji tidak akan terjadi hal serupa lagi, “ungkap Kadis.

Kadis juga mengakui telah me­nemui pihak SPPG Seri disam­paikan bahwa ternyata temuan belatung pada MBG bukan pada ayam tetapi ikan dan juga telur. Yang mana temuan ulat itu selama dua hari berturut-turut.

“Temuan ulat yang pertama itu di Telur nanti hari kedua baru ikan. Tapi dari penyampaian SPPG Seri kepasa saya bahwa hanya ditemu­kan dalam satu ompreng. Kemu­dian saya sampaikan kepada mereka saat temuan ulat di dalam telur itu tidak dibawa ke BPOM, tetapi SPPG sampaikan kalau hari itu mereka mau ke balai POM tapi tidak bisa lewat karena longsor, “terangnya.

Nantinya, setelah ditemukan ulat di dalam ikan dihari kedua barulah sampelnya di bawa ke BPOM untuk diteliti.

“Mereka juga sampaikan kalau ulat dalam telur itu agak aneh karena telur direbus jam 2 tengah malam untuk dikonsumsi oleh siswa besok harinya jam 12 siang. Mereka jelaskan  telur itu didalam cangkangnya, kenapa ada ulat­nya? Kalau ikan, kita bisa saja berspekulasi kalau sudah lama atau karena terkontaminasi saat dimasak. Tetapi telur itu yang menjadi keanehan menurut me­reka (SPPG Seri).

Kadis berharap kedepannya SPPG Seri lebih teliti lagi dalam menyiapkan makanan bagi para siswa, sehingga hal ini tidak terjadi lagi kejadian serupa.

“Kami berharap kedepannya tidak terjadi lagi kejadian seperti ini, “tandasnya.

Belum Ketahui

Sementara itu, Ketua SPPG Seri, Mega Herly Soplanit mengatakan hingga kini belum diketahui pasti penyebab munculnya ulat berwana putih di dalam ikan tersebut.

“Ulatnya itu hanya di satu om­preng saja yang di Ikan, “te­rangnya.

Atas kejadian itu, SPPG Seri bersama dengan pihak sekolah dan beberapa mitra lainnya telah berkoordinasi untuk menyele­saikan masalah tersebut.

“Kemarin (Rabu) kita sudah ke kantor Danramil untuk selesaikan masalah itu. Dari kita, suplier dan ahli gizi bersama sekolah sudah selesaikan masalah ini di kantor Danramil, “terangnya.

Selain itu, BPOM juga telah datang ke SPPG seri untuk me­nindaklanjuti temuan ulat tersebut. Sehingga diharapkan bisa di­ketahui penyebab ulat tersebut berasal dari mana.

“Awalnya kan BPOM tidak bisa tindaklanjuti karena harus ada korban. Tapi tadi (kamis siang) BPOM sudah datang untuk tindaklanjuti temuan ulat itu. Sehingga mungkin nanti BPOM yang telusuri secara langsung, “tandasnya.(S-10)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps