AMBON, Siwalimanews –Â Komisi II DPRD Kota Ambon meÂngecam temuan belatung pada sajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada SD Kristen Seri.
Pasalnya, penemuan belatung pada sajian meÂnu MÂBG di SD KrisÂten Seri disaÂyangkan terjadi, sehingga tepat jika pihak kepolisian menyelidiki kasus tersebut.
âTerkait temuan belatung atau ulat di MBG di sekolah di seri itu, kami dukung apa yang pak wali sampaikan untuk menempuh jalur hukum dari peristiwa tersebut, dan memang kami menyayangkan hal itu bisa terjadi, tidak tahu ada kelalaian dimana,â jelas Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Dessy Hallauw kepada wartawan di Ambon, Jumat (25/7).
Guna menelusuri temuan belaÂtung dimaksud, maka Komisi II DPRD Kota Ambon akan turun langsung ke SD Kristen Seri.
âUntuk menelusuri persoalan tersebut bisa terjadi, Komisi II mengagendakan untuk on the spot ke SD Negeri Kristen Seri.
âPeristiwa ini jadi perbincangan Kami di komisi, dan untuk melihat langsung permasalahan seperti apa. Kami akan ke pihak sekolah dan dapurnya dulu,âungkap Hallauw.
Ada Belatung
Seperti diberitakan sebelumnya, SD Kristen Seri, Kecamatan NusaÂniwe, Kota Ambon dihebohkan dengan temuan belatung dalam sajian Makan Bergizi Gratis (MBG)
Belatung ditemukan pada salah satu ompreng makanan yang dibagikan di SD Kristen Seri pukul 12.00 WIT.
Mirisnya itu terjadi selama dua hari sejak Selasa (22/7) dan Rabu (23/7) yakni pada menu ikan dan telur dalam salah satu opreng MBG.
MBG untuk SD Kristen Seri ini dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seri.
Temuan ini viral diungkapkan oleh salah satu akun Facebook berÂnama @Meogamz Tuhumury. Yang mana dalam postingan video pendeknya itu, ia mengungkapkan bahwa ada belatung dalam paket makanan bergizi yang dikonsumsi oleh anak dan keponakannya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Fredy Tasso yang dikonÂfirmasi Siwalima melalui telepon selulernya, Kamis (25/7) membeÂnarkan temuan tersebut.
Kata Kadis, pihaknya telah berÂkoordinasi dengan Satuan PelaÂyanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Maluku untuk memantau pembeÂrian Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah.
Koordinasi tersebut dilakukan lantaran ada temuan belatung pada satu ompreng dalam MBG yang akan dikonsumsi oleh siswa di SD Kristen Seri.
Katanya, respon dari SPPG MaÂluku sendiri berupa permohonan maaf dan melakukan evaluasi serta berjanji akan lebih teliti lagi dalam menyiapkan MBG bagi siswa.
âSekolah merupakan bagian dari Dinas Pendidikan sehingga dalam hal ini yang menjadi korban ialah kami. Saya sudah koordinasi langÂsung dengan pihak SPPG Maluku dan mereka meminta maaf atas kejadian itu, kemudian mereka akan lakukan evaluasi dan berjanji tidak akan terjadi hal serupa lagi, âungkap Kadis.
Kadis juga mengakui telah meÂnemui pihak SPPG Seri disamÂpaikan bahwa ternyata temuan belatung pada MBG bukan pada ayam tetapi ikan dan juga telur. Yang mana temuan ulat itu selama dua hari berturut-turut.
âTemuan ulat yang pertama itu di Telur nanti hari kedua baru ikan. Tapi dari penyampaian SPPG Seri kepasa saya bahwa hanya ditemuÂkan dalam satu ompreng. KemuÂdian saya sampaikan kepada mereka saat temuan ulat di dalam telur itu tidak dibawa ke BPOM, tetapi SPPG sampaikan kalau hari itu mereka mau ke balai POM tapi tidak bisa lewat karena longsor, âterangnya.
Nantinya, setelah ditemukan ulat di dalam ikan dihari kedua barulah sampelnya di bawa ke BPOM untuk diteliti.
âMereka juga sampaikan kalau ulat dalam telur itu agak aneh karena telur direbus jam 2 tengah malam untuk dikonsumsi oleh siswa besok harinya jam 12 siang. Mereka jelaskan telur itu didalam cangkangnya, kenapa ada ulatÂnya? Kalau ikan, kita bisa saja berspekulasi kalau sudah lama atau karena terkontaminasi saat dimasak. Tetapi telur itu yang menjadi keanehan menurut meÂreka (SPPG Seri).
Kadis berharap kedepannya SPPG Seri lebih teliti lagi dalam menyiapkan makanan bagi para siswa, sehingga hal ini tidak terjadi lagi kejadian serupa.
âKami berharap kedepannya tidak terjadi lagi kejadian seperti ini, âtandasnya.
Belum Ketahui
Sementara itu, Ketua SPPG Seri, Mega Herly Soplanit mengatakan hingga kini belum diketahui pasti penyebab munculnya ulat berwana putih di dalam ikan tersebut.
âUlatnya itu hanya di satu omÂpreng saja yang di Ikan, âteÂrangnya.
Atas kejadian itu, SPPG Seri bersama dengan pihak sekolah dan beberapa mitra lainnya telah berkoordinasi untuk menyeleÂsaikan masalah tersebut.
âKemarin (Rabu) kita sudah ke kantor Danramil untuk selesaikan masalah itu. Dari kita, suplier dan ahli gizi bersama sekolah sudah selesaikan masalah ini di kantor Danramil, âterangnya.
Selain itu, BPOM juga telah datang ke SPPG seri untuk meÂnindaklanjuti temuan ulat tersebut. Sehingga diharapkan bisa diÂketahui penyebab ulat tersebut berasal dari mana.
âAwalnya kan BPOM tidak bisa tindaklanjuti karena harus ada korban. Tapi tadi (kamis siang) BPOM sudah datang untuk tindaklanjuti temuan ulat itu. Sehingga mungkin nanti BPOM yang telusuri secara langsung, âtandasnya.(S-10)