AMBON, Siwalimanews – Tiga wilayah di Provinsi Maluku bikin geger dengan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis, banyak siswa yang harus menjadi korban dirawat di rumah sakit setelah menyantap menu yang disajikan.
Tiga wilayah yang terkena kasus keracunan yaitu, pada akhir Juli 2025 ditemukan
Belatung dalam makanan yang disajikan pada SD KrisÂten Seri, Kecamatan NusaÂniwe, Kota Ambon, selanjutÂnya 11 September 30 siswa di SMP Negeri 1 Tepa, KeÂcamatan Pulau-Pulau BaÂbar, Kabupaten Maluku Barat Daya alami keracunan.
Selanjutnya pada 18 September 2025, 17 siswa di SD NeÂgeri 19 Kota Tual mengÂalami keracunan karena diduga meÂmakan melon dan akhirnya dilarikan ke RS Maren, kembali, Jumat (19/9) belasan siswa pada SD Negeri 35 Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon alami keracunan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Fredy Tasso saat dikonfirÂmasi Siwalima melalui telepon seluÂlernya, Jumat (19/9) membenarkan kejadian itu.
Ia mengaku, kurang lebih ada 16 siswa SDN 35 dilarikan ke Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Ambon, pada, Jumat (19/9) sekitar pukul 14.30 WIT.
âInformasi dari kepala Sekolah itu ada 16 siswa yang dibawa ke rumah sakit RSKD untuk dirawat akibat keracunan,â ungkap Tasso.
Menurutnya, menu MBG berupa mie yang dikonsumsi para siswa informasinya sudah berlendir atau basi, maka dampaknya para siswa keracunan.
Namun kondisi 16 siswa yang diÂlarikan ke rumah sakit, kini semuaÂnya telah pulih dan telah kembali ke rumah masing-masing.
âSemuanya sudah pulang karena kondisi sudah membaik,â ucap Tasso.
Walaupun seluruh siswa yang dibawah ke rumah sakit sudah kemÂbali ke rumah, namun dirinya sangat menyayangkan kejadian tersebut terjadi.
Tasso berharap, MBG yang disaÂlurkan ke setiap sekolah, paling lamÂbat 4 jam sudah harus dikonsumsi oleh para siswa, sehingga makanan yang diberikan masih fresh.
âHarusnya setelah makanan maÂtang sampai siswa konsumsi itu paling lambat itu 4 jam. Jangan melebihi 4 jam, karena nanti makanannya sudah tidak fresh,â tandasnya.
Tasso juga berharap, dapur SPPG di Kecamatan Baguala dapat berÂbenah dan memperbaiki kinerja mereka, sehingga kedepannya tidak terjadi lagi hal yang demikian.
âIni kan MBG bagi anak-anak kita di sekolah. Jadi saya berharap, daÂpur SPPG paling tidak memperbaiki kinerja mereka, â pintanya.
Selain itu Tasso juga menghaÂrapkan, ketika pihak SPPG membuat makanan, harus menggunakan APD lengkap disertai sarung tangan dan masker, agar makanan tetap higienis. Kemudian transportasi yang diguÂnakan untuk mengangkut MBG juga mesti diperhatikan kebersihan serta orang-orang yang mengantarkan MBG ke setiap sekolah.
âIntinya semua harus staril. Mulai dari APD, kemudian sarung tangan, masker sampai pada transportasi dan para pekerja yang bertugas memÂbawa makanan ke sekolah harus diperhatikan semuanya,â tandas usul Tasso.
Pemprov GeramÂ
Pemerintah Provinsi Maluku geÂram dengan kasus siswa keracunan, usai mengkonsumsi makan bergizi gratis.
Juru Bicara Pemprov Maluku Kasrul Selang mengaku, pasca keracunan tersebut pihaknya telah menerima laporan dan menyesalkan kejadian keracunan yang terjadi dibeberapa tempat di Maluku.
Menurutnya, pemerintah provinsi sering kali mengingatkan pihak pengelola Satuan Pelayanan PemeÂnuhan Gizi (SPPG) agar memperÂhatikan prosedur tetap menyediaÂkan makan bergizi bagi siswa.
âMestinya kasus-kasus siswa keracunan seharusnya tidak terjadi, sebab SPPG itu sudah ada protap yang harus diperhatikan dengan serius,â kesal Kasrul kepada SiwaÂlima melalui telepon selulernya, Jumat (19/9).
Menurut Kasrul, para pengelola dapur MBG, mestinya mengikuti protap yang sudah ada dan disepaÂkati bersama, baik terkait tata kelola maupun higienitas dari makanan yang disajikan.
Faktanya lagi, para pengawas dari SPPG atau dapur MBG harus lebih cermat dan antisipatif dalam pengaÂwasan maupun pendampingan guna memastikan makanan yang disajikan terjamin kualitas dan layak di konsumsi siswa.
âSeharusnya pengawas dari SPPG itu hati-hati, artinya kalau melihat ada yang salah maka jangan segan-segan memberi teguran agar diperbaiki,â ucap Kasrul.
Kasrul menegaskan, jika penyedia dan pengawas SPPG melenceng saÂdikit saja dari protap, maka keseÂhatan anak-anak yang dipertaruhÂkan, sehingga kedepan harus diÂperhatikan secara teliti.
Awasi MBG
Anggota DPRD Provinsi Maluku Yan Zamora Noach, mengapresiasi langkah Ombudsman Maluku yang mulai melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap program Makanan Bergizi Gratis.
Pengawasan ini dilakukan kata Noach, dikarenakan pihak OmbusÂdman prihatin atas insiden keracuÂnan menu makanan MBG yang menimpa siswa di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten MBD, dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bahkan informasi yang diperÂolehÂnya bahwa, Ombudsman akan melaÂkukan monitoring secara menyeluÂruh terhadap program tersebut, terÂmasuk meninjau langsung dapur penyedia makanan.
Langkah ini dilakukan, untuk meÂmastikan penerapan Standar OperaÂsional Prosedur (SOP) dan standar keÂamanan pangan yang ketat, sehiÂngga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
âSaya berpikir Ombusdman juga perlu lakukan pengawasan yang lebih mendalam hingga ke titik perÂsoalan di lapangan,â tandas Noach kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Jumat (19/9)
Noach mengaku, di MBD baru ada dua dapur yang beroperasi yakni di Tiakur Pulau Moa dan di Tepa Pulau Babar. Jadi keduanya harus bisa dimonitoring secara ketat, apalagi di Tepa yang menjadi lokasi terjadinya masalah keracunan.
Selain Tepa, kejadian keracunan menu MBG juga baru terjadi di SDN 19 Kota Tual, ini harus dilakukan pengawasan secara menyeluruh di semua kabupaten/kota. Kehadiran Ombudsman untuk mengawasi langÂsung ke lapangan sangat penting, agar penanganan persoalan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menyentuh akar masaÂlah yang sebenarnya.
âSaya berharap, Ombudsman jaÂngan hanya datang lalu pulang, tapi bisa memastikan setiap rekomendasi ditindaklanjuti, agar program MBG benar-benar aman bagi anak-anak kita,â pinta Noach.
Di Tual Keracunan
Seperti diberitakan sebelumnya, lagi-lagi program Makan Gizi Gratis makan korban di Maluku, Jika sebelumnya sebanyak 30 siswa SMP Negeri 1 Tepa, Kecamatan Pulau-Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya, kali ini 17 Siswa SD Negeri 19 Kota Tual mengalami keraÂcunan, Kamis (18/9).
17 siswa SDN 19 ini dilarikan ke RuÂmah Sakit (RS) Maren Tual pada pukul 10.30 WIT setelah menyantap makaÂnan MBG, yang diduga berasal dari buah melon dalam paket gizi hari itu.
Peristiwa ini sontak menggemÂparkan guru, orang tua, hingga masÂyarakat sekitar sekolah.
Informasi yang diperoleh SiwaÂlima dari sumber terpercaya menyeÂbutÂkan, keracunan hanya dialami oleh siswa yang memakan buah melon. Sementara siswa lain yang tidak konsumsi melon tidak mengÂalami gejala apa pun.
âYang sakit itu hanya anak-anak yang makan melon. Ada yang muntah-muntah, ada juga yang lemas sampai harus dibawa ke rumah sakit,â ungkap sumber tersebut.
Sumber mengatakan lagi, dari 17 siswa setelah mendapatkan perawaÂtan medis di RS Maren Tual, 13 siswa dinyatakan membaik dan telah dipulangkan, sedangkan 4 siswa lainnya masih dirawat.
â14 siswa kondisi sudah membaik dan sudah pulang, sedangkan 3 siswa lainnya masih dirawat di RS Maren Tual,â ujar sumber itu.
Sementara itu, Kapolres Tual, AKBP Adrian ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya, pihaknya menerima laporkan dari sekolah bahwa 17 siswa SDN 19 Kota Tual diduga alami keracunan.
âIya, benar. SDN 19 Tual, sekitar pukul 10.30 WIT kami terima laporan dari pihak sekolah. Saat dicek, sekitar pukul 11 korban sudah dibawa ke RS Maren Tual. Jumlah siswa yang keracunan sebanyak 17 orang,â jelas Kapolres.
Setelah dirawat di RS Maren Tual, lanjut Kapolres, penanganan dilakuÂkan dengan cepat, sehingga kondisi siswa berangsur membaik.
âSetelah diberi obat dan infus, kondisi mereka sudah mulai stabil. Namun saat ini masih dirawat inap di rumah sakit, didampingi orang tua masing-masing,â katanya.
Kapolres menyebutkan berdasarÂkan data yang dihimpun, 17 siswa yang keracunan itu terdiri dari, kelas 4,5 dan kelas 6.
Belasan di MBD
Sebelumnya di Kabupaten MBD, baru empat hari berjalan, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri Tepa, Kabupaten MaluÂku Barat Daya sudah bikin geger
Betapa tidak, puluhan siswa diduga mengalami keracunan usai konÂsumsi MBG.
Informasi yang diterima SiwaliÂma, Kamis (11/9) menyebutkan, total 30 siswa SMP Negeri 1 Tepa yang terkonfirmasi keracunan.
Sampel menu makanan bergizi yang disajikan kepada siswa di SMP Negeri 1 Tepa, Kecamatan Pulau-PuÂlau Babar dikirim ke Ambon untuk diperiksa laboratorium.
Pemeriksaan laboratorium secara lengkap untuk mengetahui penyeÂbab sampai terjadinya keracunan makanan yang dialami puluhan siswa di SMP Negeri 1 Tepa.
Penegasan ini disampaikan DanÂdim 1511 Pulau Moa, Letkol Inf NuriÂman Siswandi dalam rapat koorÂdinasi bersama Pemerintah KabupaÂten Maluku Barat, Forkopimda, DinÂkes Forkopimcam Babar Barat, PusÂkesmas Tepa serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Kecamatan Babar Barat dan PengeÂlola Dapur Sehat, Jumat (12/9)
Dandim menegaskan, pihaknya tengah mengupayakan identifikasi penyebab pasti keracunan dengan mengirimkan sampel makanan ke laboratorium di Ambon untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dandim bilang, evaluasi menyeÂluruh akan mencakup perbaikan kuaÂlitas bahan baku, sterilisasi dapur seÂcara higienis, hingga pengaÂwasan ketat terhadap tenaga masak.
Berdasarkan laporan, seluruh siswa yang mengalami dugaan keraÂcunan telah dinyatakan sembuh dan dapat kembali ke rumah masing-masing dan menurut keterangan medis, kondisi yang dialami para siswa lebih mengarah pada reaksi alergi yang menyerupai keracunan, namun tidak signifikan dan telah tertangani dengan baik.
âSaya berharap, kejadian ini dapat dijadikan bahan evaluasi semua pihak sehingga program MBG ini dapat berjalan dengan baik kedeÂpannya,â pinta Dandim dalam rakor yang dilakukan secara virtual dan dipimpin Wakil Bupati Agustinus L Kilikily.
Sementara itu, Wakil Bupati MBD Agustinus L Kilikily dalam arahanÂnya dalam rakor itu menegaskan, rapat ini digelar menyusul adanya dugaan keracunan menu makanan MBG yang dialami pelajar SMPN Pualu Babar yang disuplay melalui dapur sehat beberapa hari lalu.
âDalam rakor ini, kita ingin meÂnerima laporan data dan informasi terkait kejadian yang terjadi bagi pelajar di Tepa Kecamatan Babar Barat yang menjadi korban, baik dari sisi kronologi, jumlah korban hingga kondisi terakhir korban saat ini,â ungkap Wabup dalam rilis yang diterima Siwalima, Sabtu (13/9).
Menurut wabup, di Maluku belum ada kejadian terkait penyaluran MÂBG bagi pelajar seperti ini dan tentunya dengan kejadian ini, membuat pemerintah daerah menjadi gelisah dan perlu mengambil langkah startegis penanganannya. (S-10)