AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pariwisata terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung visi Walikota Ambon untuk mewujudkan Ambon yang Manis, Inklusif, dan Toleran secara berkelanjutan.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan berbagai event budaya dan keagamaan sebagai sarana penguatan nilai toleransi di tengah masyarakat.
“Kami berharap momentum ini dapat menghadirkan suasana yang positif sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyukseskan agenda-agenda prioritas Walikota,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, Cristian Tukloy, saat dikonfirmasi Siwalima, melalui telepon selulernya, Sabtu (7/2).
Menurut Tukloy, penguatan toleransi merupakan bagian dari kewenangan sektor pariwisata, khususnya melalui promosi budaya serta kegiatan yang berbasis kebersamaan dan keberagaman.
“Pemerintah Kota Ambon secara konsisten menghadirkan festival lintas budaya dan agama sebagai ruang perjumpaan sosial masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada akhir tahun 2025 lalu, tepatnya Desember, Pemkot Ambon telah sukses menyelenggarakan Festival Santa Claus.
Selanjutnya, pada Februari 2026, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek dan Bulan Suci Ramadan, Pemkot Ambon kembali mengagendakan Festival Imlek dan Festival Ramadan.
Festival Imlek dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026. Sejumlah kegiatan akan memeriahkan festival tersebut, di antaranya lomba fashion anak dengan penggunaan bahasa Tionghoa, pagelaran musik, pameran UMKM, serta atraksi barongsai yang akan tampil di kawasan Air Pati dan sekitarnya.
Sementara itu, Festival Ramadan direncanakan berlangsung pada 20 Februari 2026.
Pemilihan tanggal tersebut memiliki nilai historis karena bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Wali Kota Ambon yang diperingati di Lantai III Balai Kota Ambon.
Dalam rangkaian Festival Ramadan, Pemkot Ambon juga akan menggelar Safari Ramadan bersama Walikota.
Kegiatan tersebut akan dipusatkan di sekitar Masjid Raya Al Fatah, dengan menghadirkan festival musik religi Islam, tarian Samrah, serta berbagai pertunjukan budaya yang akan digelar hingga ke ruas-ruas jalan utama guna menyemarakkan suasana kota.
Konsep pelaksanaan festival di ruang terbuka dan kawasan jalanan kota ini diharapkan mampu menghidupkan atmosfer Ambon sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM serta sektor pariwisata.
“Melalui penyelenggaraan event-event keagamaan dan budaya ini, kami ingin menghadirkan sentuhan kebersamaan, memperkuat rasa saling menghormati, serta menumbuhkan toleransi antarumat beragama sebagai identitas Kota Ambon,” tutupnya.
Pemerintah Kota Ambon meyakini bahwa festival lintas budaya dan agama merupakan strategi efektif dalam membangun Ambon sebagai kota yang harmonis, toleran, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat citra Ambon sebagai kota pariwisata berbasis keberagaman.(Mg-1)