SIWALIMA.id > Berita
GMKI Dorong Kolaborasi Bangun Maluku
Daerah | Senin, 23 Februari 2026 pukul 13:56 WIT

AMBON, Siwalima.id - Ketua Umum Pengurus Nasional Perkumpulan Senior (PNPS) GMKI, William P. Sabandar mengajak para senior men­jadikan momentum per­temuan raya sebagai titik pembaruan dan konsolidasi kekuatan bangun Maluku.

Maluku memiliki sumber daya manusia yang besar dan tersebar di berbagai dae­rah. Namun, menurut­nya, masa depan Ma­luku tidak ditentukan oleh Jakarta atau­­pun pihak lain, melainkan oleh ke­mam­puan masyarakat Maluku sendiri untuk bertransformasi. “Nasib kita tidak ditentukan oleh Ja­karta atau orang lain. Nasib kita ditentu­kan oleh diri kita sendiri, mau berubah dan bertransformasi atau tidak,” tegasnya ke­tika membuka perte­muan raya perkum­pulan senior GMKI Cabang Ambon, Sabtu (21/2).

Dalam arahannya, ia mengajak para senior GMKI menjadikan momentum pertemuan raya sebagai titik pembaruan dan konsolidasi kekuatan.

Ia juga mendorong pentingnya pening­katan kapabilitas, pengua­saan teknologi, serta kolaborasi lintas sektor untuk mengembalikan kejayaan Maluku seperti masa-masa sebelumnya.

Sementara itu, Walikota Ambon, Bode­win Wattimena, dalam sambu­tannya me­ngaku merasa terhormat dapat hadir ber­sama para senior GMKI. “Saya merasa sa­ngat terhormat berada di tempat ini, meli­hat bagaimana sebuah organisasi kader Kristen terus eksis, bertumbuh, dan meng­hasilkan kader-kader potensial yang me­ng­i­si berbagai bidang di tingkat nasional, provinsi, maupun Kota Ambon,” ujarnya.

Wattimena menyinggung peran kader GMKI dalam kepemimpinan Kota Ambon pasca reformasi, termasuk mantan Walikota Ambon seperti Yopi Papilaya dan Richard Louhenapessy yang merupakan bagian dari keluarga besar GMKI.

Ia mengakui, meskipun dirinya bukan kader GMKI karena menem­puh pendidikan kedinasan, banyak nilai dan pembelajaran kepemim­pinan yang ia peroleh dari para senior GMKI.

Menurutnya, Maluku saat ini berada dalam situasi yang tidak mudah, terutama terkait keterbata­san dukungan kebijakan dan ang­garan dari pemerintah pusat.

Wattimena mengajak para senior GMKI untuk bersama-sama memi­kirkan solusi atas berbagai persoa­lan daerah, terma­suk isu pengelo­laan sampah di Kota Ambon. Ia menilai pertemuan raya tersebut menjadi ruang strategis untuk melahirkan gagasan konstruktif menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, PCPS GMKI Ambon, Fredy Leiwakabessy menyebut pertemuan raya ini sebagai yang pertama digelar dengan tema yang relevan dan strategis.

Ia mengakui, perjalanan dan pen­ca­paiannya tidak terlepas dari proses pembentukan karakter di GMKI.

“Saya bisa sampai pada tahap ini karena rumah biru, karena GMKI. Organisasi ini membentuk karakter, kepemimpinan, dan semangat juang dalam menghadapi berbagai tanta­ngan,” ungkapnya.(Mg-1)

BERITA TERKAIT