AMBON, Siwalima.id - Ketua Umum Pengurus Nasional Perkumpulan Senior (PNPS) GMKI, William P. Sabandar mengajak para senior menjadikan momentum pertemuan raya sebagai titik pembaruan dan konsolidasi kekuatan bangun Maluku.
Maluku memiliki sumber daya manusia yang besar dan tersebar di berbagai daerah. Namun, menurutnya, masa depan Maluku tidak ditentukan oleh Jakarta ataupun pihak lain, melainkan oleh kemampuan masyarakat Maluku sendiri untuk bertransformasi. “Nasib kita tidak ditentukan oleh Jakarta atau orang lain. Nasib kita ditentukan oleh diri kita sendiri, mau berubah dan bertransformasi atau tidak,” tegasnya ketika membuka pertemuan raya perkumpulan senior GMKI Cabang Ambon, Sabtu (21/2).
Dalam arahannya, ia mengajak para senior GMKI menjadikan momentum pertemuan raya sebagai titik pembaruan dan konsolidasi kekuatan.
Ia juga mendorong pentingnya peningkatan kapabilitas, penguasaan teknologi, serta kolaborasi lintas sektor untuk mengembalikan kejayaan Maluku seperti masa-masa sebelumnya.
Sementara itu, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, dalam sambutannya mengaku merasa terhormat dapat hadir bersama para senior GMKI. “Saya merasa sangat terhormat berada di tempat ini, melihat bagaimana sebuah organisasi kader Kristen terus eksis, bertumbuh, dan menghasilkan kader-kader potensial yang mengisi berbagai bidang di tingkat nasional, provinsi, maupun Kota Ambon,” ujarnya.
Wattimena menyinggung peran kader GMKI dalam kepemimpinan Kota Ambon pasca reformasi, termasuk mantan Walikota Ambon seperti Yopi Papilaya dan Richard Louhenapessy yang merupakan bagian dari keluarga besar GMKI.
Ia mengakui, meskipun dirinya bukan kader GMKI karena menempuh pendidikan kedinasan, banyak nilai dan pembelajaran kepemimpinan yang ia peroleh dari para senior GMKI.
Menurutnya, Maluku saat ini berada dalam situasi yang tidak mudah, terutama terkait keterbatasan dukungan kebijakan dan anggaran dari pemerintah pusat.
Wattimena mengajak para senior GMKI untuk bersama-sama memikirkan solusi atas berbagai persoalan daerah, termasuk isu pengelolaan sampah di Kota Ambon. Ia menilai pertemuan raya tersebut menjadi ruang strategis untuk melahirkan gagasan konstruktif menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, PCPS GMKI Ambon, Fredy Leiwakabessy menyebut pertemuan raya ini sebagai yang pertama digelar dengan tema yang relevan dan strategis.
Ia mengakui, perjalanan dan pencapaiannya tidak terlepas dari proses pembentukan karakter di GMKI.
“Saya bisa sampai pada tahap ini karena rumah biru, karena GMKI. Organisasi ini membentuk karakter, kepemimpinan, dan semangat juang dalam menghadapi berbagai tantangan,” ungkapnya.(Mg-1)