AMBON, Siwalima.id - Sidang ke 39 Sinode GPM yang berlangsung di gedung Gereja Maranatha, Kota Ambon 19-25 Oktober kemarin telah menetapkan Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM baru masa pelayanan 2025-2029.
Mereka yang ditetapkan menjadi MPH Sinode GPM baru diantaranya, Pendeta Sacharias Izaak Sapullete sebagai Ketua MPH, Wakil Ketua I Pendeta Ricardo Rikumahu, Wakil Ketua II Pendeta Adriana Lohy,
Selanjutnya, sekretaris umum Pendeta Rein Tupan, wakil sekretaris umum Pendeta Max Takaria serta empat orang anggota yakni, Pendeta Ika Koljaan, Pendeta Wem Terloit, Penatua Natelda Timisela dan Penatua Phil Latumaerissa.
Pelaksanaan sidang ke 39 Sinode GPM tersebut berlangsung hingga tengah malam itu disambut baik oleh oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Sabtu (25/10).
Gubernur mengungkapkan selama satu pekan sidang ke-39 sinode GPM telah bergumul, berdoa, berdiskusi sekaligus diwarnai dengan perdebatan panas dan keras tetapi penuh kasih, bahkan ada peserta yang tidak tidur nyenyak, sebab memikirkan agenda-agenda sidang komisi, pleno sampai pada moment terpenting persidangan yakni pemilihan MPH Sinode yang baru.
“Kini semua beban itu diganti dengan sukacita yang terlihat dari wajah peserta, karena kita yakin Tuhan yang kepadanya kita percaya telah menuntun dan membimbing hidup dan akal budi peserta sidang, untuk memutuskan dan menetapkan hal-hal baik dan mulia bagi gereja di Maluku dan Maluku Utara selama kurun waktu 5 tahun ke depan, bahkan lebih dari pada itu otoritas Tuhan pula yang memilih dan menetapkan MPH Sinode GPM masa pelayanan 2025-2029,” tulis Gubernur.
Pemilihan MPH Sinode yang berlangsung cukup hangat dan elegan kata Gubernur menjadi bukti, kedewasaan GPM dalam berorganisasi sebab GPM tidak lagi menjadi gereja yang sibuk soal siapa yang terpilih tetapi gereja yang fokus pada kehendak Tuhan ditengah-tengah medan gumul pelayanan di Maluku dan Maluku Utara.
Dikatakan, jika semua lembaga dan organisasi di Maluku memiliki semangat seperti yang terjadi dalam proses pemilihan MPH Sinode GPM maka dapat dipastikan Provinsi Maluku akan cepat mengalami kemajuan dan sejajar dengan daerah-daerah lain di Indonesia.
“Saya harus jujur kalau kita lihat wajah MPH Sinode yang baru semuanya tanpa tegas tetapi penuh damai. Ada yang wajahnya sudah siap memikul salib tetapi mungkin ada juga yang belum percaya kalau sudah terpilih, tapi itulah cara Tuhan bekerja seperti kata Firman I Korintus 1 ayat 27 “Allah memilih hal-hal yang bodoh dan lemah oleh dunia untuk mempermalukan orang-orang yang berhikmat dan kuat”, jadi kalau hari ini ada yang merasa tidak pantas atau belum layak, maka jangan khawatir itu berarti bapak dan ibu adalah orang yang tepat untuk penugasan ini yang penting jangan lupa adalah jabatan bukan mahkota kehormatan, tetapi ladang pelayanan,” jelas Gubernur.
Kepemimpinan gereja lanjut Gubernur bukan soal panggung dan posisi tetapi soal panggilan dan pengabdian untuk melayani, bukan dilayani dan dalam konteks Maluku hari ini, Gereja dipanggil bukan hanya untuk mengabarkan firman tetapi menjadi terang di tengah masyarakat yang sedang berjuang sebab harus diakui selama ini GPM telah memiliki peran yang cukup besar dalam membangun tatanan sosial.
Diakui Gubernur selama ini ketika terjadi bencana gereja dengan tanggap dan respon cepat selalu hadir, ketika terjadi konflik sosial gereja berdiri di depan untuk merangkul, ketika ada anak-anak muda yang kehilangan arah gereja hadir memberi harapan dan ketika Pemerintah daerah berjuang menegakkan keadilan dan kesejahteraan gereja ikut mendoakan mengingatkan dan mendukung.
“Itulah kesan yang bukan saja kami rasakan, tetapi juga semua masyarakat Maluku rasakan selama era kepemimpinan Pendeta Elifas Maspaitela, karena itu atas nama pemerintah daerah saya menyampaikan terima kasih banyak dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada MPH Sinode yang lama. Saya berharap benih yang sudah ditabur akan tumbuh dan berbuah melalui kepemimpinan MPH Sinode yang baru,” terangnya.
Gubernur berharap MPH Sinode GPM yang baru agar jangan pernah kehilangan kasih dalam seluruh proses pelayanan, sebab kasih merupakan jantung dari pelayanan karena tanpa kasih semua kegiatan rohani hanyalah rutinitas tanpa makna serta tetaplah rendah hati sebab di tengah jabatan rohani yang besar karena tantangan ego dapat muncul tanpa disadari maka ingatlah kerendahan hati adalah mahkota dari seorang pelayan sejati.
“Pada momen yang berharga ini saya ingin mengajak MPH Sinode GPM masa pelayanan 2025-2029 untuk mari kita terus berkolaborasi dan bergandengan tangan bekerja dengan hati, melayani dengan kasih dan berjalan bersama menuju Maluku yang penuh berkat,” harap Gubernur.
Tumbangkan Watimanella
Setelah melewati tahapan pemilihan yang panjang, Pendeta Sacharias Izak Sapulette terpilih sebagai Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM.
Terpilihnya Sapulette setelah bertarung melawan Pendeta Daniel Watimanella pada pemilihan Ketua MPH Sinode dalam sidang ke 30 Sinode GPM yang berlangsung di Gereja Maranatha, Sabtu (25/10).
Mantan ketua Klasis Pulau-pulau Lease itu menang setelah mengantongi 192 suara dari total pemilih sebanyak 279 peserta bisa pada sidang 39 sinode GPM.
Sementara rivalnya Pendeta Daniel Watimanella yang juga mantan Ketua Klasis Ambon Timur hanya mengantongi 84 suara dan tiga suara lainnya tidak sah.
“Berdasarkan hasil perhitungan suara pendeta S.I Sapulette mendapatkan 192 suara, Pendeta D Watimanella mendapatkan 84 suara dan tiga tidak sah. Dengan demikian Pendeta SI Sapulette terpilih sebagai Ketua MPH Sinode GPM,” ucap Ketua Panitia Pemilihan, Melkianus Sairdekut.
Sementara itu Pendeta Sacharias Izak Sapulette mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai ketua MPH Sinode lima tahun kedepan.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan oleh peserta sidang sinode merupakan bagian dari panggilan Tuhan melalui pilihan peserta sidang sinode ini
“Sebagai pelayan Yesus Kristus yang melayani di gereja sampai di batas ini, saya terus belajar untuk taat dan setia melaksanakan tugas dan panggilan gereja, karena itu saya berjanji untuk terus menjadi pelayan yang bekerja setia dan taat,” ucap Sapulette saat menyatakan komitmennya sebagai Ketua MPH Sinode.
Sapulette memastikan pihaknya akan kerja sama secara kolegial baik kedalam maupun keluar sebagai wujud dari panggilan Allah dalam jabatan Ketua MPH Sinode GPM. (S-20)