AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Provinsi Maluku terus mendekatkan diri dengan masyarakat terutama kepada umat Muslim di bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriyah.
Dimana, sebelumnya Safari Ramadhan dilakukan di Negara Liang, Kecamatan Salahutu, Negeri Kulur Kecamatan Saparua, kemudian Kota Tual, kini giliran dilaksanakan di Negeri Seith, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah dan akan terus berlanjut lagi ke dua desa di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Didepan warga Negeri Seith dan para raja se-Jazirah Leihitu, Minggu (15/3) malam, gubernur mengaku, seharusnya ia bertemu dengan beberapa pejabat kementerian/lembaga terkait, untuk kepentingan Maluku di Jakarta, namun dirinya lebih memilih kembali ke Ambon untuk melakukan Safari Ramadan.
Pasalnya bagi gubernur, berbuka puasa bersama masyarakat Maluku di berbagai daerah, adalah satu anugerah dan sukacita yang besar.
“Ini kesekian kali saya datang, jumpa warga Seith. Beta (saya) seharusnya masih ada kegiatan di Jakarta dengan beberapa petinggi, tapi beta putuskan pulang dan dari bandara langsung datang ke Seith karena bagi beta selaku gubernur, berbuka puasa bersama masyarakat adalah satu anugerah dan sukacita besar,” ucap gubernur.
Gubernur mengaku, bersyukur dan bangga bisa berbuka puasa bersama warga Seith sebagai wujud perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat dalam menjalin tali silaturahmi, sekaligus menjadi ruang introspeksi dan memperbaiki diri.
Ramadhan hadir sebagai pengingat untuk kembali kepada Allah SWT, memperbaiki hubungan baik kepada Allah SWT maupun dengan sesama manusia, artinya buka puasa bersama ini selain meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, tetapi mengharuskan semua orang untuk saling berbagi dan tolong menolong antar sesama.
“Karena itu, kalau ada yang bilang beta membenci umat muslim itu fitnah yang keji,” tegas gubernur.
Gubernur mengaku, selama 13 bulan memimpin Maluku, tidak mudah menjalankan amanah yang dipercaya ditengah banyak tantangan, namun ini tanggung jawab yang harus dilakukan sebaik mungkin untuk memperjuangkan kepentingan par Maluku pung Bae.
“13 bulan ini ada banyak hal baik yang kita gapai, semisal Negeri Seith kebagian bedah rumah layak huni 7 unit untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Maluku sebanyak 81 unit tahun 2025. Tahun 2026 kami mendapat 2.998 unit rumah, itu kenaikan sangat signifikan,” papar gubernur.
Tak hanya itu lanjut gubenrur, Maluku juga kebagian program Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2025 untuk dua daerah, yaitu Kabupaten Buru dan Kota Tual. Namun di tahun ini, tambahan signifikan akan didapat Maluku, mencapai puluhan Kampung Nelayan Merah Putih dan puluhan kampung penyangga hampir di seluruh kabupaten/kota.
Gubernur menjamin, untuk bantuan BSPS 2026 Negeri Seith akan mendapat jatah untuk bedah rumah tidak layak huni, namun tidak terlalu banyak karena harus bagi secara merata ke 11 kabupaten/kota, sebab harus mendapat prioritas yang sama.
“Beta mohon dari basudara, di bulan Suci Ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan ini, dapat mewarnai kehidupan katong di 11 bulan sisa juga. Mari Katong tatap kedepan, melihat persamaan kita, jangan fokus pada perbedaan kita. Sebab tidak ada yang sempurna di bumi ini, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT,” ucap gubernur.
Menurut gubernur, keberhasilan pemerintah daerah tidak akan tercapai tanpa adanya dukungan dan sinergitas dari berbagai elemen masyarakat di Maluku.
“Kita tidak mungkin kerja dan jalan sendiri. Sudah kerja baik dan benar pun, masih menjadi sasaran fitnahan, cemohan luar biasa dari segelintir pihak. Sungguh nilai moral dan agama mereka hilang ketika masih gunakan fitnah dan hoax sebagai senjata menyerang pemerintah,” tandas gubernur.
Karena itu, di negeri Seith dan di depan kapolda, gubernur minta, oknum-oknum yang menebarkan fitnah dan hoax dapat diproses sesuai hukum yang berlaku agar memberi keadilan dan kepastian hukum.
“Tidak ada siapapun yang kebal hukum di negara hukum Indonesia ini,” tegas gubernur.
Di kesempatan buka puasa bersama itu, gubernur juga berkesempatan menyerahkan bantuan kacamata baca gratis kepada ratusan warga penerima manfaat, selain itu juga diserahkan bantuan 700 anakan tanaman buah-buahan dan kayu-kayuan, serta pemberian bantuan program gubernur Manggurebe Biking Bae Rumah untuk perwakilan warga Seith dan Kaitetu, serta bantuan ratusan paket sembako Ramadhan. (S-20)