SIWALIMA.id > Berita
Gubernur Groundbreaking Proyek Hilirisasi di Malteng
Daerah , Headline | Kamis, 30 April 2026 pukul 15:10 WIT

MASOHI, Siwalima.id - Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pe­merintah Kabupaten Maluku Tengah me­la­kukan groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek hili­risasi tahap II di  Awai­ya, Negeri Liang, Keca­matan Teluk Elpaputih, Rabu (29/4).

Groundbreaking berupa pembangu­nan pabrik kelapa dan pala tersebut, menjadi bagian dari program nasional hilirisasi yang dicanangkan Presiden, Prabowo Subianto melalui Asta Cita, khu­susnya peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah.

Gubernur Maluku Hendrik Le­weris­sa pada kesempatan itu mem­berikan apresiasi kepada Pemkab Maluku Tengah, sehingga rencana groundbreaking yang sempat tertunda akhirnya dapat terlaksana.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pem­kab Malteng sehingga rencana groundbreaking yang sempat tertunda, hari ini akhirnya bisa terlaksana,” ucap gubernur.

Menurut gubernur, hilirisasi bukan sekadar menjalankan program pusat, tetapi menjadi kebu­tuhan mendesak bagi Maluku yang selama ini hanya menjual bahan mentah, tanpa menikmati nilai tambah dari hasil pengolahan.

Ia mencontohkan, selama ber­tahun-tahun Maluku hanya menjual kelapa, pala, bunga pala, ikan dan hasil alam lainnya dalam bentuk mentah, sementara produk terse­but diolah di luar daerah, bahkan luar negeri menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi.

“Nilai tambah itu tidak dinikmati petani dan masyarakat Maluku, tetapi dinikmati mereka yang memiliki industri pengolahan,” tandas gubernur.

Karena itu kata gubernur, pem­bangunan pabrik kelapa dan pala di Liang, disebut sebagai harapan baru bagi Maluku dalam memulai era industrialisasi berbasis sum­ber daya lokal.

“Untuk pertama kali kita punya hilirisasi komoditas unggulan. Hari ini kelapa dan pala, ke depan komoditas lain juga harus menyu­sul,” cetus gubernur.

Gubernur menilai, hilirisasi sangat penting, karena selain meningkat­kan nilai ekonomi hasil pertanian, juga membuka lapa­ngan kerja dan menekan angka kemiskinan.

“Kalau masyarakat terserap di pasar kerja melalui proyek seperti ini, maka pengangguran berkurang dan keluarga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap akan memiliki harapan hidup lebih baik,” ujar gubernur.

Gubenrur juga menyinggung, paradoks yang selama ini dialami Maluku sebagai daerah kaya sum­ber daya alam, namun masih diba­yangi kemiskinan dan keterbelaka­ngan. “Kita kaya, tapi kekayaan itu baru sebatas potensi. Belum menja­di sesuatu yang nyata dan memberi manfaat langsung bagi kesejah­teraan masyarakat,” tutur gubernur.

Ditempat yang sama, Direktur PTPN I Regional VIII, Teddy Yudir­man Danas menambahkan, pem­ba­ngunan pabrik tersebut akan menjadi langkah awal peman­faatan bahan baku dari masya­rakat, baik kelapa maupun pala.

Menurutnya, Indonesia meru­pakan salah satu produsen kelapa terbesar di dunia bersama Filipina, sedangkan Maluku memiliki potensi besar untuk mendukung industri tersebut.

Pabrik kelapa yang dibangun memiliki kapasitas 300 ribu butir per hari atau setara produksi dari sekitar 6.500 hektare kebun kelapa. Kapasitas itu nantinya akan ditingkatkan sesuai ketersediaan bahan baku.

“Selama ini masyarakat menjual kelapa mentah dengan harga sekitar Rp5-Rp10 ribu per butir. Dengan adanya pabrik ini, diha­rapkan pendapatan masyarakat meningkat dan berdampak pada kesejahteraan,” ucapnya.

Untuk komoditas pala, ia menyebut Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar dunia, dan Maluku Tengah me­rupakan daerah potensial, sehi­ngga lokasi pembangunan pabrik dinilai sangat tepat.

Ia juga memastikan, PTPN tidak hanya berorientasi pada keuntu­ngan, tetapi juga membawa misi se­ba­gai BUMN agen pembangu­nan yang berkewajiban mening­katkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap tahun ini pabrik sudah mulai berproduksi minimal, sam­bil terus berkolaborasi dengan pe­merintah dan pihak swasta,” ujarnya.

Untuk diketahui, groundbreaking tersebut turut dihadiri, Bupati Malteng Zulkarnain Awat Amir, Ketua DPRD Malteng Herry M C Haurissa, Forko­pimda Maluku dan Malteng, tokoh masyarakat, serta para raja negeri di wilayah Teluk Elpaputih.(S-17)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps