AMBON, Siwalimanews – Gubernur Hendrik Lewerissa meÂngaÂtakan, PemeÂrintah Provinsi Maluku masih berÂgantung dana transfer dari PeÂmerintah Pusat.
Mantan anggota DPR ini mengÂungkapÂkan, untuk membaÂngun daeÂrah ini agar sejajar dengan daerah lain di Indonesia, rupaÂnya akan mengaÂlami pelambatan dari rencana peÂmeÂrinÂtah yang diteÂtapkan.
Namun karena Maluku merupakan provinsi yang kaya, sehingga tidak perlu diperdebatkan, sebab memang kekayaan Maluku luar biasa dengan adanya sumber daya alam, baik di laut hutan hingga dalam perut bumi.
Namun sayangnya kata guberÂnur yang akrab disapa HL ini, keÂkayaan tersebut belum menunjukÂkan relevansi yang konkret terÂhadap kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Maluku.
âMemang kita masih masuk dalam provinsi termiskin di Indonesia urutan keempat sebelum Papua mekar dan setelah Papua mekar kita tetap berada diurutan ke-8, artinya kita masih miskin dengan lima kantong kemiskinan ekstrem,â tulis gubernur dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Selasa (9/9).
Fakta statistik tersebut menurut gubernur, tentu memiliki relevansi dengan pembangunan Maluku yang sampai saat ini masih sangat tergantung dari dana transfer dari Pemerintah Pusat.
Dengan kata lain, Pemerintah Provinsi Maluku masih menghaÂrapÂkan uluran tangan dari PemeÂrintah Pusat, sebab PAD yang sangat kecil, jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.
Disisi lain, ketika Pemerintah Pusat menerapkan kebijakan efisiensi, maka Maluku memang tidak mudah untuk dapat menggerakkan pembangunan sesuai dengan yang telah direncanakan.
âKita terus melakukan penyesuaian belanja, apa boleh buat Maluku bukan seperti Kabupaten Badung di Bali, Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur dan Jakarta yang bisa hidup sendiri tidak perlu dana transfer, karena mereka mampu untuk membiaya rumah tangga mereka sendiri,â ujar gubernur.
Kendati begitu, gubernur meÂ-mastikan, pihaknya akan bekerja keras agar ada perbaikan bagi Maluku ditengah keterbatasan anggaran yang dihadapi. (S-20)