PIRU, Siwalima.id - Bupati Seram Bagian Barat, Asri Arman menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPD Provinsi Maluku yang berlangsung di Kota Ambon, Selasa (14/4).
Musrenbang RKPD dibuka Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa tersebut, menjadi forum strategis dalam menyelaraskan arah kebijakan pembangunan antar pemerintah pusat dan daerah.
Selain itu juga menandai face percepatan pembangunan setelah sebelumnya melewati tahap konsolidasi.
Gubernur dalam sambutan menyebut tahun ini merupakan fase percepatan, setelah sebelumnya melewati fase konsolidasi untuk meletakkan fondasi pembangunan.
“Musrenbang merupakan ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan memastikan program pembangunan menjawab kebutuhan riil masyarakat,” pesan gubernur.
Di tengah dinamika kondisi global dan perubahan kebijakan nasional yang berdampak pada ruang fiskal daerah, gubernur menginstruksikan jajaran pemerintah untuk bekerja lebih cerdas dan inovatif.
“Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Inilah momentum untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, akademisi, hingga seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan sejumlah capaian positif indikator makro pembangunan Maluku sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan Ekonomi mencapai 5,44 % pada triwulan IV 2025, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,39%. Angka kemiskinan turun dari 15,34% (Maret 2025) menjadi 15,25% (September 2025). Indeks Pembangunan Manusia meningkat menjadi 74,69 poin, yang menempatkan Maluku pada kategori “Tinggi”.
Sejalan dengan itu, Bupati Asri Arman menegaskan komitmen pemkab SBB terus memperkuat sinergi pembangunan lintas sektor.
Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk menyatukan arah kebijakan pembangunan sehingga program yang direncanakan benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat. “Kami di SBB berkomitmen mendukung penuh percepatan pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ungkap bupati.
ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pusat, provinsi, kabupaten kota, serta dukungan dunia usaha dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sinergi yang kuat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan baik dari sisi keterbatasan fisik maupun dinamika global sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” katanya.
Untuk diketahui, dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama antar Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku dengan seluruh kepala daerah se-Maluku.
Penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam perlindungan, pemanfaatan dan pemberdayaan kekayaan intelektual, yang diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi daera, melindungi karya anak bangsa serta memperkuat daya saing ekonomi berbasis potensi lokal
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan sejumlah sertifikat kekayaan intelektual termasuk sertifikat merek dagang yang diterima Bupati SBB Asri Arman sebagai bukti nyata dukungan terhadap penguatan produk lokal.(S-27)