SIWALIMA.id > Berita
Gubernur: Ujian Sekolah Barometer Pendidikan di Maluku
Headline , Pendidikan | Selasa, 14 April 2026 pukul 14:18 WIT

AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hen­drik Lewerissa membuka sampul ujian sekolah di SMA Negeri 1 Ambon, Senin (13/4).

Pembukaan sam­pul ujian ini, secara simbolis menandai dimu­lai­nya tahapan ujian se­kolah tingkat SMA/SMK/SLB di seluruh wilayah Maluku.

Saat membuka sampul ujian gubernur me­nyebutkan, bahwa hasil ujian sekolah ini akan menjadi barometer dalam mengukur mutu pendidikan di Ma­luku 

Terhitung sejak hari ini hingga beberapa hari ke­depan, sebanyak 29.804 peserta ujian yang ter­sebar pada 423 SMA/SMK/SLB di Maluku akan mengikuti ujian sekolah secara serentak.

Gubenrur menegaskan, ujian sekolah bukan seke­dar rutinitas akhir tahun ajaran, namun ujian se­kolah yang berlangsung memiliki manfaat penting dalam menentukan kelulusan, sekaligus menjadi gerbang penentu untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.

“Bagi anak-anakku di SMK, ujian ini adalah pembuktian kompetensi dan keahlian yang siap pakai se­dangkan bagi anak-anakku di SLB, ini adalah bukti nyata, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih pengakuan atas capaian belajar,” ucap gubernur.

Gubernur mengaku, ujian sekolah merupakan instrumen utama yang menentukan kelulusan siswa setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun, sekaligus bentuk akunta­bi­litas publik sekolah dalam menen­tukan siswa telah memenuhi standar kompetensi lulusan (SKL) yang di­te­tapkan secara nasional dan daerah.

Disamping itu, hasil ujian nanti­nya akan menjadi cermin bagi peme­rintah provinsi untuk memetakan mutu pendidikan dan juga kebijakan apa yang akan ditempuh pemerintah provinsi dalam memastikan semua anak di Maluku memiliki hak yang sama untuk sukses.

“Saya perlu tegaskan, bahwa nilai tinggi memang penting, tetapi keju­juran adalah yang utama. Jangan per­nah mencederai proses ini dengan kecurangan karena itu junjung tinggi integritas selama pelaksanaan ujian sekolah,” pinta gubernur.

Apalagi kata gubernur, hasil ujian ini merupakan syarat administrasi jenjang seperti mendaftar ke pergu­ruan tinggi, seleksi masuk TNI, Polri atau sekolah kedinasan serta mema­suki dunia kerja yang membutuhkan bukti formal kompetensi akademik.

Sementara bagi siswa SMK, hasil ujian ini termasuk uji kompetensi keahlian merupakan sertifikasi kemampuan guna meyakinkan dunia usaha dan dunia industri, bahwa lulusan SMK Maluku memiliki keterampilan teknis yang siap pakai dan kompetitif di pasar kerja global. 

Pelaksanaan ujian di SLB juga, menegaskan setiap warga negara, tanpa memandang keterbatasan fisik atau mental, memiliki hak yang sama untuk diakui capaian belajar dan merubah bentuk nyata perlindungan HAM dalam bidang pendidikan di Maluku.

“Ditengah upaya meningkatkan skor Program International Student Assesment (PISA) dan rapor pendidikan, ujian sekolah menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana kemampuan literasi dan numerasi siswa Maluku berkem­bang, sehingga mereka siap meng­hadapi tantangan dunia digital yang kompleks.

Gubernur menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengejar pemerataan kualitas, agar siswa di pelosok Maluku mendapatkan stan­dar pendidikan yang sama dengan mereka yang di kota.(S-20)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps