AMBON, Siwalimanews –Â Menteri Kesehatan, Budi Gunadi SaÂdiÂkin, hari ini, Kamis (17/7) akan meletakan batu perÂtama Rumah Sakit di Buru.
Kepastian kedatangan MenÂteri Kesehatan itu diungkapkan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa kepada wartawan di Ambon, Rabu (16/7).
âJadi memang besok itu Menteri Kesehatan akan meleÂtakan batu pertama pembaÂngunan RSUD berkualitas di KabuÂpaten Buru,â ujar gubernur
Untuk tahun ini, lanjut gubernur, Maluku berhasil mendapatkan jatah pembangunan satu rumah sakit berkualitas yakni di Kabupaten Buru, sedangkan untuk tahun depan barulah lima rumah sakit dibangun.
Gubernur bilang, lima rumah sakit berkualitas baru tersebut akan dibangun di Kabupaten Maluku Barat Daya, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru, Maluku Tenggara dan Buru Selatan.
âJadi ini adalah satu capaian yang harus disyukuri dan besok, semoga cuacanya bagus sehingga ground breaking di Kota Namlea dapat berjalan dengan lancar,â ujar gubernur.
Gubernur berharap, dengan pemÂbangunan rumah sakit representatif ini juga, merupakan implementasi dari program Prabowo Subianto yang menghendaki setiap kabupaÂten/kota miliki rumah sakit repreÂsentatif dan ini akan terealisasi secara bertahap.
Gubernur bilang, kesempatan ini akan dimanfaatkan pemprov untuk menyampaikan beberapa usulan terkait dengan pembangunan biÂdang kesehatan di Maluku ke MenÂkes.
Disamping rumah sakit, gubernur juga akan mempersiapkan tenaga dokter spesialis, dokter umum hingÂga tenaga kesehatan, dan ASN unÂtuk ditempatkan pada rumah sakit untuk mengoperasikan fasilitas laÂyanan kesehatan yang representatif.
âBagi Pemprov Maluku, pembaÂngunan rumah sakit adalah satu hal yang penting, tetapi jauh terpenting yakni mempersiapkan sumber daya manusianya,â ucap gubernur.
Akan Bangun Lima RS
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Pusat akan membangun lima rumah sakit pada lima kabuÂpaten di Maluku.
Lima rumah sakit baru tersebut bakal dibangun di Kota Tual, KabuÂpaten Buru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten KepuÂlauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya.
âAda 5 rumah sakit berkualitas akan dibangun tahun depan di MaÂluku dengan anggaran yang berÂsumber dari APBN,â tulis gubernur dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Senin (14/7).
Kelima rumah sakit yang akan dibangun tersebut lanjut gubernur, merupakan realisasi dari usulan Pemerintah Provinsi Maluku ke Kementerian Kesehatan yang disampaikan beberapa waktu lalu.
Penambahan rumah sakit berkuaÂlitas di daerah-daerah ini menurut mantan anggota DPR RI dapil MaÂluku ini, merupakan bentuk komitÂmen pemerintah provinsi dalam meningkatkan derajat kesehatan, sebagaimana tertuang dalam sapta cipta Gubernur dan Wakil Gubernur.
âRumah sakit ini nantinya dilengÂkapi dengan fasilitas pendukung yang akan membantu masyarakat di daerah-daerah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik,â tanÂdas gubernur.
Gubernur mengaku, walaupun saat ini kondisi keuangan daerah belum stabil, namun itu bukan penghalang bagi dirinya berjuang demi kesejahteraan masyarakat MaÂluku, termasuk dibidang kesehatan.
Untuk itu, dirinya akan terus berjuang dengan melobi Pemerintah Pusat, untuk mendatangkan program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyaÂrakat Maluku.
âTenang saja, kami tidak meÂmegang tongkat Musa, tapi kami fokus bekerja untuk memperbaiki Maluku dari kondisi saat ini,â tandas gubernur.
Lobi Kemenkes
Pemerintah Provinsi Maluku mendapat bantuan tujuh unit alat katerisasi dari Kementerian KeseÂhatan. Bantuan ini diperoleh, setelah Gubernur Maluku Hendrik LeweÂrissa berhasil melakukan lobi ke kementerian tersebut.
Langkah strategis gubernur ini, sebagai bentuk komitmennya dalam memastikan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat Maluku.
Tujuh unit alat katerisasi jantung atau cath laboratory bantuan KeÂmenkes ini diperoleh Maluku di saat kondisi keuangan daerah yang tidak stabil akibat efisiensi anggaran.
Kepastian bantuan alat katerisasi jantung ini diperoleh, setelah guÂbernur didampingi Plt Direktur RSUD dr Haulussy Novita Nikijuluw dan Kabid Pelayanan RSUD HauÂlussy Enselin Nikijuluw, bertemu pihak KeÂmenkes di Jakarta, Rabu (26/3) lalu.
Gubernur dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Sabtu (29/3) menjelaskan, pertemuan bersama pihak Kemenkes bertujuan untuk membicarakan pengadaan fasilitas bedah jantung, bedah syaraf dan bedah-bedah lainnya, sebab selama ini fasilitas tersebut belum ada di Maluku, kecuali di RSUP Leimena.
Apalagi di Maluku saat ini kata gubernur, terdapat 28 ribu orang yang terdiagnosa menderita penyaÂkit jantung dan dari jumlah ini, ada sekitar 8 ribu orang termasuk kateÂgori kritis.
âPenyakit jantung adalah peÂ-nyaÂkit yang paling banyak mereÂ-ngÂgut nyawa. Penyebab kematian tertinggi itu sakit jantung. Saya tidak mau masyarakat Maluku berobat lagi di luar daerah seperti dirujuk ke Makassar. Sudah jauh, makan biaya, kasihan. Kita siapkan fasilitasnya, SDM dan kesejahteraan,â tulis gubernur.
Menurut gubernur, pihaknya akan menindaklanjuti bantuan tersebut dengan membangun fasilitas pendukung yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah sakit, sehingga kedepan tidak ada lagi masyarakat Maluku yang berobat ke luar daerah, seperti rujukkan ke Makassar karena biaya tinggi.
Selain itu, untuk membantu melayani masyarakat fasilitas ini bukan saja di RSUD Haulussy, namun akan dibangun juga pada RSUD pada beberapa kabupaten/kota di Maluku.
âKoordinasi sudah jalan, seperti Kabupaten Maluku Tengah, SBT, SBB, Buru, Buru Selatan, MBD dan Kota Tual,â jelas gubernur. (S-20)