AMBON, Siwalimanews – Dipastikan hari ini, Jumat (22/8) Walikota Ambon Bodewin Wattimena akan melantik sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama di Lingkup PemeÂrintah Kota Ambon.
Kepastian perombakan birokrasi di Lingkup Pemerintah Kota Ambon, dikeÂtaÂhui dari surat unÂdaÂngan yang telah disebarkan ke seluruh pimpinan OPD yang ditandatangani oleh Plt Sekretaris Kota Ambon Robby SapuÂlette.
Dalam undangan tersebut tercanÂtum, pelantikan pejabat tinggi pratama pada, Jumat (22/8) Pukul 15.00 WIT dan proses pelantikan dan penguÂkuÂhan akan berlangsung di Terminal TranÂsit Passo.
Kepala Badan Kepegawaian dan PeÂngembangan Sumber Daya ManuÂsia (BKPSDM) Kota Ambon Steven DoÂminggus saat dikonfirÂmasi ÂSiÂwaÂlima melalui telepon seÂlulernya, Kamis (21/8) membeÂnarkan informasi itu.
âIa betul rencananya besok, dan undangannya juga sudah dibagiÂkan,â ungkap Dominggus.
Ditanya jabatan apa saja yang akan dirombak oleh walikota, DoÂminggus menolak membeberkanÂnya dengan alasan, akan d dibaÂcakan oleh walikota saat proses pelantikan nanti. âSelebihnya nanti besok disamÂpaikan langsung oleh pak walikota tentang jabatan-jabatan dan SK yang akan diserahkan,â ucap Dominggus.
Bukan Dendam
Sebelumnya diberitakan, PemeÂrintah Kota Ambon tengah memproÂses hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), atau yang kerap disebut Jobfit.
Proses ini dilakukan sesuai ketentuan, dimulai dengan izin dari Kementerian Dalam Negeri dan Badan Kepegawaian Negara, bahkan saat ini sedang menunggu pertimbangan teknis dari BKN untuk pelantikan pejabat baru.
âHasil asesmen sudah saya terima, dan saya telah memperÂtimbangkan masing-masing kepaÂla dinas serta kepala badan berÂdasarkan kemampuan mereka,â ungkap Walikota Ambon Bodewin Wattimena kepada wartawan, usai menghadiri rapat luar biasa senat terbuka dalam rangka wisuda periode Juli 2025 di auditorium Unpatti, Rabu (30/7).
Walikota mengaku, mutasi jabatan dilakukan secara objektif dan profesional, tanpa dilandasi motif politik atau dendam pribadi.
âSaya tidak pernah berpikir untuk balas dendam. Saya pastikan birokrasi di Pemerintah Kota Ambon menempatkan orang sesuai dengan kompetensinya. Ini yang saya sebut sebagai reformasi birokrasi,â tandas walikota.
Walikota juga menyebutkan rencana jangka panjang reformasi birokrasi melalui sistem kaderiÂsasi, dimana para pejabat potenÂsial akan dipersiapkan sejak dini untuk menduduki jabatan strategis di masa mendatang.
âKe depan kita akan jalan full, jadi orang-orang yang dianggap laÂyak harus dikader dari awal. Ketika ada pergantian, kita tidak perlu puÂsing cari orang,â ucap walikota.
Dalam pendekatannya menurut walikota, tetap mengedepankan kontrak kinerja bagi pejabat yang diangkat, dimana para calon pejabat ini akan dipanggil untuk mengetahui gagasan dan solusi konkret yang mereka tawarkan.
âSaya bilang ke mereka, saya butuh saudara untuk jabatan ini. Apa yang bisa saudara lakukan kalau saya tempatkan disitu? Misalnya, untuk Dinas Pariwisata, saya ingin pembangunan wisata yang terintegrasi. Harus ada program konkret seperti paralayang di Pintu Kota, pengembangan wisata mangrove, dan sebagainya,â tutur walikota.
Walikota juga menyoroti masaÂlah utama kota seperti, pengeloÂlaan sampah yang perlu ditangani serius oleh kepala dinas terkait. Para pejabat juga harus menunÂjukkan komitmen dan inovasi dalam menjalankan tugas mereka.
âKalau tidak mampu, saya ganti. Ini bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal kerja dan hasil,â tandas walikota.
Walikota berkomitmen, untuk menggunakan seluruh potensi terbaik, termasuk dari pihak-pihak yang sebelumnya menjadi lawan politiknya. âKalau kemarin mereka lawan saya, tapi kalau mereka puÂnya kemampuan untuk mewujudkan visi dan misi saya, saya akan pakai mereka,â janji walikota. (S-29)