SIWALIMA.id > Berita
Kajari Ambon: Natal itu Tentang Kasih
Daerah | Selasa, 16 Desember 2025 pukul 13:56 WIT

AMBON, Siwalima.id - Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Riki S Tarigan mengaku, Natal yang dilaksanakan bukan saja sekedar perayaan seremonial, tapi harus dimaknai lebih.

“Momentum perayaan Natal tentang kasih, damai dan harapan. Natal mengingatkan kita bahwa Natal membawa harapan untuk saling memberi dan saling mengasihi dan memberikan keberkahan kepada sesama,” tegas Kajari dalam sambutan ketika perayaan Natal bersama yang digelar di Kantor Kejari Ambon, Senin (15/12).

Untuk itu, menurutnya, Natal harus membawa semangat kebersamaan dan kepedulian kepada sesama.

“Kita harus selalu belajar da­mai dengan diri sendiri. Semoga kehadiran Natal membawa kedamaian dan sukacita bagi kita semua,” kata Kajari.

Dalam perayaan Natal itu juga, jajaran Korps Adhyaksa Ambon melibatkan anak-anak dari panti asuhan, Pelita Kasih di Rumah Tiga.

Jajaran Kejari Ambon mem­bagikan amplop Natal bagi anak-anak Panti Asuhan Pelita Kasih.

Penyerahan itu dilakukan oleh Kajari, Kasi Pidsus, Azer Orno, Kasi Intel, Alfred Talompo dan Kasi Barang Bukti, Siti.

Natal Lapas

Sementara itu perayaan natal bersama juga digelar oleh lembaga pemasyarakatan Kelas III Namlea, Senin (15/12).

Perayaan Natal dilaksanakan warga binaan bersama dengan umat dari Gereja Bethel Indonesia Abbalove Ministries Buru.

Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy menyebut perayaan Natal sebagai bentuk ikatan erat jemaat Lapas Namlea dengan komunitas gereja protestan.

“Natal adalah salah satu momen yang ditunggu-tunggu seluruh umat kristiani tak terkecuali warga binaan di Lapas Namlea,” katannya dalam sambutan.

Ia menyebut perayaan Natal ini juga terasa spesial dengan kehadiran dari umat dari GBI Abbalove yang secara sukarela merayakan Natal bersama.

ia menambahkan Natal ini tidak hanya sekedar perayaan, tetapi merupakan sarana pembina kerohanian warga binaan untuk menjadi umat kristiani yang taat beragama.

“Momen setiap akhir tahun ini harus dijadikan refleksi diri bagi warga binaan untuk berpikir lebih positif kedepan dengan berlandaskan nilai-nilai agama,” ujarnya.

Sementara itu Pendeta Rosany Jani yang memimpin ibadah Natal itu diiringi dengan puji-pujian, khotbah, renungan rohani, nyanyian dan lagu-lagu Natal, hingga doa bersama. 

“Kami harap Natal bersama ini memberikan makna yang positif warga binaan agar semakin dekat dengan Tuhan. Kami juga mengharapkan mereka bisa merasakan sukacita, sekaligus menjadikannya sebagai momen untuk menghadapi perubahan yang lebih baik,” jelas Rosany.

Di akhir perayaan, Jemaat GBI Abbalove juga memberikan bantuan bingkisan Natal kepada seluruh warga binaan. (S-29/S-15)

 

BERITA TERKAIT