SIWALIMA.id > Berita
Kopi Stamina Banyak Dikonsumsi Warga Bursel
Daerah | Kamis, 8 Januari 2026 pukul 17:16 WIT

AMBON, Siwalima.id - Kopi untuk meningkatkan vitalitas pria ternyata sudah beredar di Maluku. Harganya cukup terjangkau untuk satu sachetnya.

Salah satu warga Buru Selatan kepada Siwalima belum lama ini mengaku kopi jantan dijual bebas di kios-kios kecil dengan harga terjangkau.

“Hanya 5 ribu untuk satu sachet dan tahan lama,” jelasnya.

Ia mengaku sudah mencarinya di Kota Ambon, namun tidak menemukan peredaran kopi tersebut.

Untuk diketahui, kopi jantan itu sendiri oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengandung bahan kimia obat berbahaya. Kopi tersebut dipromosikan dengan tujuan stamina pria.

Kandungan kimia yang berbahaya bisa berpotensi menimbulkan kerusakan ginjal hingga jantung orang yang meminumnya.

Kepala Balai POM di Ambon, Tamran Ismail kepada Siwalima di kantornya, Rabu (7/1) menyatakan peredaran kopi yang mengandung bahan kimia obat (BKO) sudah sangat jarang ditemukan, terutama pada penjualan secara langsung atau offline.

“Beberapa tahun lalu kopi yang dicampur bahan kimia obat sempat marak beredar di masyarakat. Produk tersebut umumnya dipromosikan sebagai kopi stamina pria, seperti kopi jantan, dan diklaim dapat meningkatkan vitalitas,” terangnya.

Ia menjelaskan bahan kimia obat itu sebenarnya tidak boleh ada di dalam produk pangan.

“Dulu ada pelaku usaha nakal yang menambahkannya ke dalam kopi agar produknya laku dan memberikan efek instan,” ujarnya

 Ia menjelaskan, BPOM secara rutin melakukan pengawasan baik di tingkat lokal maupun nasional.

Berdasarkan hasil pengawasan selama dua hingga tiga tahun terakhir, kopi yang mengandung bahan kimia obat hampir tidak lagi ditemukan di peredaran offline.

“Selama periode 2020 hingga 2025, produk kopi yang kami periksa masih memenuhi ketentuan dan aman dikonsumsi, sepanjang tidak mengandung bahan kimia obat,” katanya.

Meski demikian, Tamran mengakui potensi peredaran produk berbahaya masih bisa terjadi melalui penjualan daring. Untuk itu, BPOM juga melakukan patroli siber (cyber patrol) guna memantau peredaran produk ilegal di platform online.

“Di Kota Ambon sejauh ini kami belum menemukan peredaran kopi mengandung bahan kimia obat. Namun penjualan online memang lebih sulit diawasi karena pengiriman bisa dilakukan secara door to door,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat aktif melaporkan jika menemukan penjualan kopi stamina atau produk sejenis yang tidak memiliki nomor izin edar BPOM.

“Kami akan melakukan pengujian untuk memastikan apakah produk tersebut aman atau tidak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kopi stamina yang mengandung bahan kimia obat, seperti sildenafil sitrat, berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan. Efek sampingnya antara lain gangguan jantung hingga kerusakan ginjal, terutama jika dikonsumsi tanpa dosis yang jelas.

“Zat seperti sildenafil dapat memacu kerja jantung. Jika dikonsumsi berlebihan dan tanpa pengaturan dosis, risikonya bisa sangat fatal, bahkan menyebabkan henti jantung dan kematian mendadak,” tegas.

Sebagai alternatif, Tamran menyarankan masyarakat, khususnya pria, untuk menjaga stamina secara alami melalui pola hidup sehat. (S-25)

BERITA TERKAIT