AMBON, Siwalima.id - Sedikitnya 22 Pejabat Tinggi Pimpinan Pratama di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dilantik Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Jumat (20/2).
Pelantikan yang berlangsung di Lantai VII Kantor Gubernur itu dilakukan dengan Surat Keputusan Nomor: 495 tahun 2026 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, tanggal 20 Februari 2026.
Gubernur mengatakan, pemerintah daerah saat ini membutuhkan pejabat yang bukan hanya duduk di kursi jabatan, tetapi mampu bergerak cepat, membaca tantangan dan menghadirkan solusi, sebab di era saat ini menuntut pelayanan publik yang lincah, terukur dan berorientasi pada hasil.
Selain itu pejabat yang baru dilantik tidak hanya memerintah, tetapi menggerakkan, tidak hanya menunggu laporan, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat, tidak hanya berbicara, tetapi mengeksekusi setiap permasalahan.
“Saya minta saudara-saudari yang dilantik untuk tunjukan kinerja yang optimal dan bekerjalah secara profesional. saya harapkan kontribusi terbaik dari saudara-saudara untuk kemajuan Maluku,” ungkapkan Gubernur kepada wartawan usai pelatinkan pejabat eselon II.
Mantan anggota DPR dapil Maluku ini memastikan dirinya akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja pejabat eselon II yang baru dilantik.
Gubernur mengatakan seluruh pejabat yang dilantik merupakan hasil dari mekanisme kepegawaian dengan menerapkan prinsip meritokrasi mulai dari seleksi, evaluasi kinerja, hingga pemetaan terhadap kebutuhan organisasi.
“Para pejabat yang dilantik telah memenuhi kompetensi dan kapabilitas pada masing-masing organisasi perangkat daerah. Ini amanah yang harus dijawab dengan kerja keras, keikhlasan dan integritas yang tidak diragukan sebab jabatan bukan semata kebanggaan namun merupakan ruang pengabdian kepada masyarakat melalui kerja nyata,” ucap Gubernur.
Pasca pelantikan, Gubernur memerintahkan agar pejabat yang baru segera lakukan koordinasi dan komunikasi secara internal maupun eksternal dengan para pihak terkait sebab konsolidasi organisasi menjadi hal yang penting untuk diprioritaskan.
Gubernur mengingatkan para pejabat baru agar jangan ada lagi ego sektoral dalam pemerintahan tapi harus saling bantu, saling mendukung dan membangun kerja sama lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, akademisi, pelaku usaha, maupun masyarakat.
Pemerintah provinsi kata Gubernur tidak dapat bekerja sendiri untuk memajukan Maluku karena itu kolaborasi adalah kunci agar pembangunan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Saya tegaskan kinerja para pejabat akan dievaluasi secara periodik dan saya tidak akan mentolelir segala bentuk pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang. Sebagai pejabat pembina kepegawaian saya pasti akan mengambil tindakan tegas jika tidak sesuai kinerja,” tegas Gubernur.
22 pejabat
Sejumlah pejabat yang dilantik diantaranya Faradila Atamimi sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra setelah sebelumnya menduduki jabatan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Dominggus Kaya sebagai Asisten Administrasi Umum yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Pemerintahan, Yahya Kotta sebagai Staf Ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan dan SDM yang sebelumnya sebagai Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian.
Selanjutnya Farhatun Samal sebagai Sekretaris DPRD, Djalaludin Salampessy sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah setelah sebelumnya menduduki jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesra, Abdurachim Maruapey sebagai Kepala Badan Perbatasan Daerah sebelumnya sebagai Kepala Dinas Sosial, Samuel Huwae Kepala Dinas Perhubungan setelah sebelumnya menduduki jabatan Staf Ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan dan SDM, Afandy Hasanusi sebagai Kepala Dinas Sosial setelah sebelumnya menjabat Kepala Badan Perbatasan Daerah.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Ina Wati Thahir dimutasi sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Titus Renwarin sebagai Kepala Dinas Kominfo setelah sebelumnya menjadi Kasatpol PP, Husein Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah setelah sebelumnya menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Melkias Lohy sebagai Kepala Dinas Parawisata setelah sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kominfo.
Selanjutnya Elvi Yana Tikupasang sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa setelah sebelumnya menduduki jabatan Kepala Dinas Perpustakaan, Achmad Jais Ely sebagai Kepala Dinas Perindag setelah sebelumnya menjabat Kepala Dinas Parawisata.
Selain pelantikan eselon II, Gubernur juga melakukan pengukuhan terhadap lima PNS dalam jabatan yang sama berdasarkan surat keputusan Gubernur Nomor 495 tahun 2025.
Lima pejabat yang kembali menduduki jabatan yang sama diantaranya Anton Lailosa sebagai Kepala Bappeda, Hadi Sulaiman sebagai Kepala BPSDM, Roy Syauta sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Sandi Wattimena sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.(S-20)